Erstaunlich! Gamelan Jegog Bali Pukau Warga Bayern

Laporan dari Muhldorf am Inn

Erstaunlich! Gamelan Jegog Bali Pukau Warga Bayern

- detikNews
Minggu, 22 Mei 2011 16:32 WIB
Erstaunlich! Gamelan Jegog Bali Pukau Warga Bayern
Muhldorf am Inn - Konser gamelan Jegog Bali, yang berirama cepat, keras, dan ritmik dalam acara Indonesischer Abend, memukau masyarakat Mühldorf am Inn. Erstaunlich!

Musik tradisional dari bambu yang berakar dari Jembrana, kawasan barat Bali, itu dimainkan oleh para siswa dan guru Jerman pada sekolah Ruperti Gymnasium, sebuah sekolah menengah di Mühldorf am Inn, Bayern.

"Padahal mereka belum pernah sekalipun mengunjungi Indonesia dan hanya mengenalnya melalui video," tutur Konselor Fungsi Pensosbud Ayodhia G.L. Kalake kepada detikcom, Sabtu malam atau Minggu (22/5/2011) WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk diketahui, gamelan Jegog Bali di Mühldorf am Inn merupakan satu-satunya di Eropa.

Kegiatan Indonesischer Abend (Malam Indonesia), yang dihadiri Walikota Günther Knoblauch dan istri, itu diprakarsai oleh Michael Niebauer, salah seorang guru musik di sekolah tersebut, yang telah mengajarkan musik gamelan sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Instrumen gamelan Jegog dan gamelan Bali diperoleh Ruperti Gymnasium pada tahun 1999, atas prakarsa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan negara bagian Bayern dan Prof. Dr. András Varsányi dari Museum Instrumen Musik kota Munich dan Sekolah Tinggi Münster.

Dengan bimbingan guru musik Michael Niebauer, para siswa sekolah itu mulai belajar bermain gamelan dan tanpa diduga rasa komunitas tumbuh dalam permainan gamelan siswa kelas 6 sampai kelas 13, yang tidak bisa dibayangkan dalam bentuk ini sebelumnya.

Selang beberapa bulan, mereka sudah melakukan pertunjukan pertamanya di Autohaus Holzer dan sejak itu sering mengisi pertunjukan di beberapa acara seperti antara lain di Rosenheimer Kultur und Kongresszentrum dan Tage der Bayerischen Schulmusik (2004).

Saat ini salah seorang alumni Rupert Gymnasium, yaitu Frederik Hinkofer, yang pernah belajar di Yogyakarta atas beasiswa Darmasiswa dari Kemdiknas (2002–2003), masih sering membantu mengajar gamelan di sekolah tersebut, walaupun ia sudah menjadi mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Teknik Munich.

Selain Jegog Bali, juga ditampilkan gamelan Jawa, Bali dan Sunda, sebagai pengiring tarian kuda lumping, tari-tarian Bali dan tembang Sunda, yang dinyanyikan dengan sangat fasih dan penuh penjiwaan oleh seorang guru wanita. Juga ada paduan suara lagu Sunda oleh 25 orang siswa sekolah tersebut dan workshop untuk pengunjung.

Aula Ruperti Gymnasium disulap bernuansa khas Indonesia dengan ornamen Bali. Sementara para siswa berbusana tradisional Indonesia dan pemain gamelan mengenakan seragam batik. Sebagai latar panggung dipasang tiga set gamelan Bali, Sunda dan Jegog Bali.

Pada saat jeda, penonton disuguhi penayangan video kebudayaan Indonesia, antara lain tentang wayang kulit, wayang golek dan karapan sapi, juga kue-kue tradisional Indonesia dari Rosenheim, yang langsung terjual habis.

Atase Pendidikan KBRI Berlin, Dr-Ing. Yul Nazaruddin, mewakili Duta Besar RI, menyampaikan apresiasi dan dukungan KBRI Berlin atas upaya yang telah dilakukan oleh Ruperti Gymnasium dalam menumbuhkan minat dan mengajarkan instrumen tradisional Indonesia di sekolah tersebut.

Dikatakan, bahwa KBRI Berlin sendiri telah beberapa kali mengirim guru-guru gamelan dari Bali, Solo dan Bandung untuk mengajar guru musik dan murid-murid Ruperti Gymnasium.

"Selain itu juga mengirim berbagai pakaian tradisional yang diperlukan pada berbagai kegiatan pertunjukan mereka," demikian Yul.

(es/es)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads