Pasukan Jepang Terus di Irak Setelah Transfer Kedaulatan
Jumat, 18 Jun 2004 10:51 WIB
Jakarta - Kabinet Jepang menyetujui rencana untuk terus menempatkan pasukan Jepang di Irak setelah transfer kedaulatan ke pemerintah interim. Pasukan Jepang saat ini berada di Irak untuk misi kemanusiaan dan akan terus berada di negeri itu sebagai bagian dari pasukan multinasional.Dengan keputusan Kabinet ini maka lebih dari 500 prajurit Jepang akan meneruskan pekerjaan konstruksi mereka di Irak selatan. Di sana mereka tengah melakukan pembangunan kembali sekolah-sekolah dan memberikan bantuan kemanusiaan lainnya.Demikian diberitakan kantor berita Jepang, Kyodo News seperti dilansir Associated Press, Jumat (18/6/2004).Keputusan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Junichiro Koizumi tersebut mengundang pro dan kontra di dalam negeri Sakura itu. Koizumi menuai kritikan tajam dari para anggota parlemen, baik dari partai berkuasa maupun partai oposisi. Mereka memprotes Koizumi karena setuju memperpanjang tugas militer pasukan Jepang tanpa debat publik terlebih dahulu.Belum lama ini, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi baru tentang masa depan Irak. Resolusi itu mengesahkan pasukan multinasional untuk terus berada di Irak hingga 2006 guna menjaga keamanan setelah penyerahan kekuasaan, 30 Juni nanti.
(ita/)











































