Cegah Bunuh Diri, Korsel Setel Musik Klasik di Subway
Jumat, 18 Jun 2004 09:50 WIB
Jakarta - Jika tiba-tiba ada pikiran buruk untuk mengakhiri hidup, segeralah setel musik klasik. Sebab, musik semacam itu dinilai bisa mengusir pikiran negatif macam itu.Itulah yang dilakukan negeri maju Korsel. Angka bunuh di negeri makmur itu cukup tinggi. Lokasi bunuh diri favorit salah satunya adalah di jalur kereta api bawah tanah alias subway.Untuk meredam bunuh diri di subway, pemerintah setempat mulai bulan depan akan menyetel musik klasik yang membuat nyaman, semacam "Fur Elise" besutan Beethoven. Lagu semacam ini akan diputar di stasiun-stasiun subway di Korsel untuk membantu para penumpang mengusir stres dan menghalau pikiran atau bunuh diri.Berdasarkan Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Korsel menempati urutan keempat dalam angka bunuh diri dari semua negara yang menjadi anggotanya. Tercatat 18,1 tiap 100 ribu warga Korsel membunuh dirinya sendiri pada tahun 2002.Jumlah orang yang bunuh diri dengan meloncat di depan kereta api bawah tanah yang melaju melonjak dari 13 pada 2001 menjadi 27 dan merupakan metode bunuh diri tertinggi. Demikian dilaporkan Korean National Railroad (KNR).Selain bunuh diri di subway, cara bunuh diri yang populer lainnya adalah meloncat dari jembatan di atas sungai. Hingga 14 Juni tahun ini, 61 orang menghabisi nyawanya sendiri di dekat 8 jembatan di bawah pengawasan Kantor Polisi Yongsan. Sejumlah orang top, termasuk politisi, bunuh diri dengan cara ini.Solusinya, sejumlah polisi sekarang melakukan patroli di sejumlah jembatan mulai pukul 01.00 dinihari hingga 05.00 pagi dan dari pukul 20.00 hingga tengah malam. Jam-jam itulah bunuh diri sering terjadi.Namun, metode guna meminimalisasi angka bunuh diri itu masih diragukan. "Penjagaan intensif tidak cukup untuk menghalangi bunuh diri. Seseorang dapat melakukannya dalam sekejap mata," kata seorang polisi di Kantor Polisi Yongsan.
(nrl/)











































