Aksi Bubar, Aktivis '98 Akan Kembali Dengan Aksi Lebih Besar

Aksi Bubar, Aktivis '98 Akan Kembali Dengan Aksi Lebih Besar

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2011 16:26 WIB
Jakarta - Setelah melakukan aksi damai dan berorasi, sekitar 40 orang aktivis'98 akhirnya membubarkan diri. Mereka berjanji akan kembali dengan aksi yang lebih besar lagi.

"Ini sebagai warming up, kita akan rencanakan aksi-aksi besar lainnya," kata Kasino, koordinator lapangan para aktivis 1998 di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB berlangsung tertib. Sekitar 10 polisi juga tampak santai dalam berjaga-jaga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spanduk yang ditempel di gerbang masih belum dicopot. Spanduk tersebut bertuliskan "SBY-Boediono Game Over, Pengkhianat Reformasi Mundur" dan beberapa spanduk lainnya. Sampah kertas juga tampak berserakan dihalaman gerbang gedung DPR.

Dalam aksi tersebut juga tampak seniman Pong Hardjatmo yang juga menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah. Pong sedang melintas di jalan Gatot Subroto dan berinisiatif bergabung dengan para aktivis.

"Reformasi telah gagal total, dan presiden SBY telah gagal untuk mewujudkan agenda reformasi," kata Pong.

Pong mengatakan di bawah rezim Presiden SBY, reformasi malah kebablasan dalam arti yang negatif seperti banyaknya kasus mafia hukum, mafia peradilan, dan kasus KKN. Menurutnya pejabat dan politikus di Indonesia saat ini tidak mempunyai mental yang berani dan mental ksatria.

"Ini yang membuat saya anggap presiden SBY telah gagal total melaksanakan agenda reformasi," imbuhnya.

Pong juga angkat bicara mengenai kasus Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Menurutnya Nazaruddin mereka hanya menumpang ketenaran dan keberhasilan Demokrat yang saat ini menjadi pemegang tampuk kekuasaan.

"Seharusnya SBY menyeleksi kader-kader yang akan masuk ke Partai Demokrat. SBY juga seharusnya tidak melindungi Angelina dan Nazaruddin, karana dengan melindungi mereka menyebabkan SBY kehilangn kepercayaan dari masyarakat," kata Pong yang menggunakan baju merah berlambang Garuda dan berjaket krem.

(mpr/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini