"Ini sebagai warming up, kita akan rencanakan aksi-aksi besar lainnya," kata Kasino, koordinator lapangan para aktivis 1998 di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (21/5/2011).
Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.30 WIB hingga 15.30 WIB berlangsung tertib. Sekitar 10 polisi juga tampak santai dalam berjaga-jaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi tersebut juga tampak seniman Pong Hardjatmo yang juga menyampaikan kekecewaannya kepada pemerintah. Pong sedang melintas di jalan Gatot Subroto dan berinisiatif bergabung dengan para aktivis.
"Reformasi telah gagal total, dan presiden SBY telah gagal untuk mewujudkan agenda reformasi," kata Pong.
Pong mengatakan di bawah rezim Presiden SBY, reformasi malah kebablasan dalam arti yang negatif seperti banyaknya kasus mafia hukum, mafia peradilan, dan kasus KKN. Menurutnya pejabat dan politikus di Indonesia saat ini tidak mempunyai mental yang berani dan mental ksatria.
"Ini yang membuat saya anggap presiden SBY telah gagal total melaksanakan agenda reformasi," imbuhnya.
Pong juga angkat bicara mengenai kasus Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin dan Angelina Sondakh. Menurutnya Nazaruddin mereka hanya menumpang ketenaran dan keberhasilan Demokrat yang saat ini menjadi pemegang tampuk kekuasaan.
"Seharusnya SBY menyeleksi kader-kader yang akan masuk ke Partai Demokrat. SBY juga seharusnya tidak melindungi Angelina dan Nazaruddin, karana dengan melindungi mereka menyebabkan SBY kehilangn kepercayaan dari masyarakat," kata Pong yang menggunakan baju merah berlambang Garuda dan berjaket krem.
(mpr/gah)










































