Hotma Sitompoel: Omongan Denny Soal Gayus Tidak Bisa Dipercaya

Hotma Sitompoel: Omongan Denny Soal Gayus Tidak Bisa Dipercaya

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2011 16:23 WIB
Jakarta - Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) Denny Indrayana mengaku telah menemukan perkembangan positif mengenai asal usul uang Gayus Tambunan. Namun hal itu dibantah oleh pengacara Gayus, Hotma Sitompoel.

Hotma menilai ucapan Denny selama ini tidak bisa dipercaya dalam menangani kasus Gayus.

"Sampaikan sama Denny, jaga omongannya biar semua tidak rusak. Ucapannya tidak bermutu dan tidak bisa dipercaya karena tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Hotma saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hotma, Denny sebelumnya juga mengumbar pernyataan soal kepergian Gayus Tambunan ke luar negeri beberapa waktu lalu untuk menyembunyikan aset-asetnya. Namun hingga kini hal tersebut tidak terbukti.

"Mana katanya Gayus menyembunyikan asetnya, sekarang mana asetnya itu? Apa disembunyikan Denny? Kalau ngomong jangan asal makanya," kata Hotma.

Selain Denny, Hotma juga menyinggung Ketua PPATK yang juga anggota Satgas, Yunus Husein. Menurutnya Yunus telah melakukan fitnah kepada kliennya dengan menuduhnya sebagai pengusaha Pom Bensin.

"Ketua PPATK ngomong jangan seperti di pasar, kalau di pasar tidak akan yang menuntut, tapi nanti saya akan nuntut dia karena fitnah dengan mengatakan Gayus sebagai pengusaha pompa bensin," imbuhnya.

Sebelumnya, Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) mengklaim ada temuan positif dari penelusuran yang mereka lakukan terhadap asal usul uang Gayus Tambunan.

"Kita bisa sampaikan bahwa ada perkembangan-perkembangan positif. Ke arah mana, dari mana uangnya, di mana berada," ujar Sekretaris Satgas PMH, Denny Indrayana.

Denny menyampaikan hal tersebut usai diskusi Polemik Trijaya FM dengan tema 'Reformasi Mati Suri?' di Warung Daun.

Namun Denny enggan membeberkan informasi tersebut secara detail. Ia beralasan karena tersebut masih berlangsung.

"Izinkan kami bekerja dulu," katanya.

(gah/gah)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini