Yan Juanda: Somasi Kivlan Lucu

Yan Juanda: Somasi Kivlan Lucu

- detikNews
Jumat, 18 Jun 2004 10:11 WIB
Jakarta - Memulai aksi, mendapat reaksi, eh malah Kivlan Zen mengajukan somasi ke kubu capres Partai Golkar Wiranto. Kuasa hukum Wiranto, Yan Juanda Saputra, pun menganggap tindakan Kivlan itu lusu."Kalau tidak ada aksi, kan tidak ada reaksi. Dia yang memulai aksi, konsekuensi ya ada reaksi. Jangan mau menang sendiri, dong. Kalau kita yang disomasi, ya jadi jadi lucu. Dimana logikanya," kata Yan Juanda saat dihubungi detikcom, Jumat (18/5/204) pagi.Saat itu Yan Juanda ditanya tanggapan soal somasi dari mantan Kakostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen kepada Wiranto, Suaidi Marassabessy (anggota tim sukses Wiranto), Wakil Ketua umum PKB Mahfud MD, serta Yan Juanda Saputra selaku Ketua Tim Hukum Litigasi Wiranto.Somasi dilayangkan tim kuasa hukum Kivlan Zen, Abdullah Subur, pada 16 Juni. Alasannya, pernyataan dan tanggapan Wiranto cs atas pernyataan Kivlan telah melebar dan terjebak pada penghinaan dan menyerang serta merendahkan Kivlan.Terhadap dalil tersebut, Yan Juanda balik bertanya, "Kita tanya Pak Kivlan, apakah ini bermula dari kita atau yang bersangkutan. Yang membuka ini siapa. Siapa yang mencemarkan, siapa dicemarkan. Jangan lempar batu sembunyi tangan, dong."Ditegaskan Yan Juanda, yang dilakukan pihaknya adalah membela diri terhadap tuduhan Kivlan Zen. "Kita hanya defence. Sebagai pengacara, wajar membela klien. Saya kira pembelaan saya masih diterima publik. Jadi kalau Pak Wiranto, saya, Pak Suaidi, Pak Mahfud yang disomasi, ini logikanya bagaimana?"Yan Juanda pun menyatakan tidak mau terbawa dalam permainan Kivlan Zen. Sebab, menghadapi orang stres itu serba sulit. Ketika diingatkan pernyataannya itu, menyebut Klien stres, bisa terkena somasi lagi, Yan Juanda sambil tertawa menjawab, "Ya, itu lah. Kita jadi susah. Mau bilang apa, nanti salah. Misalnya, Anda yang bikin masalah dengan saya. Saya menanggapi Anda, masa salah."Jentang atas somasi Kivlan? Yan Juanda memastikan akan ada langkah hukum yang diambil. Namun ini masih harus dirapatkan dengan Wiranto, Suaidi, dan Mahfud MD yang masih sibuk kampanye dalam rangka Pemilu Presiden. "Tapi pasti akan ada langkah hukum," tegasnya. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads