Denny: Membandingkan Soeharto dan SBY Harus Sesuai Konteks

Denny: Membandingkan Soeharto dan SBY Harus Sesuai Konteks

- detikNews
Sabtu, 21 Mei 2011 13:08 WIB
Jakarta - Survey Indobarometer menunjukkan masyarakat lebih menyukai Soeharto dibanding SBY. Staf khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan, membandingkan kedua presiden tersebut harus sesuai konteksnya.

"Kondisi politik era orde baru dan sekarang itu berbeda. Oleh karena itu membandingkan SBY dengan soeharto juga harus sesuai konteksnya," ujar Denny dalam diskusi Polemik Trijaya FM dengan tema 'Reformasi Mati Suri?' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2011).

Denny melihat ada perbedaan signifikan atas realitas politik pada era orde baru dan era reformasi. Salah satunya adalah jumlah partai politik di parlemen.

"Soeharto tak pernah berpikir koalisi. Selama orde baru Golkar menguasai parlemen. Golkar rata-rata selalu menang 70 persen," kata Denny yang juga Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini.

Berbeda dengan era reformasi, lanjut Denny, banyak partai bermunculan dan meraih kursi di parlemen. Pada periode ini terdapat sembilan partai di DPR.

"Kalau pemerintahan harus deal dengan 9 partai, tentu lebih susah dibanding deal dengan 3 partai," imbuhnya.

Tapi, bukankah SBY mengantongi lebih dari 60 persen suara rakyat?

"Ada perbedaan antara electoral support dengan political support SBY dapat suara untuk duduk di pemerintahan 60 persen. Tapi dukungan untuk memerintah tidak 60 persen. Itu adalah electoral support, tapi bukan dukungan untuk memerintah. Buktinya di DPR misalnya, ada penggalangan hak angket," kata Denny.

(adi/gah)


Berita Terkait