"Pak Mahfud itu ke mana itu. Dia itu kan profesor hukum, ketua lembaga hukum. Kenapa duit itu dikasih September baru lapor kemarin. Nggak ada angin, nggak ada hujan baru ngoceh. Dia itu sepertinya mau cari panggung untuk 2014. Dia kan mau dijadikan capres untuk 2014," ujar jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Ruhut menyampaikan hal itu di sela-sela melayat anggota FPKS Yoyoh Yusroh di rumah duka Kompleks perumahan DPR, Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (21/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ruhut, Yenny saat itu meminta dukungannya untuk partai baru yang dibuatnya yakni Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia. "Saya jawab pasti saya dukung," imbuh dia.
Ruhut menambahkan, saat itu putri almarhum Gus Dur itu mengatakan, partainya akan mengusung Mahfud MD pada Pilpres 2014. Yenny juga mengusulkan, wakil Mahfud bisa diambil dari Partai Demokrat.
"Aku cuma senyum-senyum saja dulu waktu dia bilang itu. Lalu aku kaitin, rupanya Mahfud itu lagi cari panggung untuk 2014," kata anggota Komisi III DPR ini.
Ruhut mengaku sudah bertanya ke Nazaruddin soal suap ke Sekjen MK itu. Nazaruddin mengaku tidak kenal dengan Sekjen MK.
"Dia nyebut sumpah demi Allah 3 kali tidak memberi uang ke MK. Kenal saja tidak dengan Mahfud MD dan Sekjen MK. Jadi motifnya apa ngasih uang," tutur Ruhut.
"Tapi SBY bilang mau ditelusuri suap itu?" tanya wartawan.
"Pak SBY itu bijak. Pak SBY menyerahkan kasus ini ke penegak hukum ya diselesaikan sama penegak hukum," tutup Ruhut.
Benarkah tudingan Ruhut itu? "Ruhut bilang saya mencari panggung untuk pilpres 2014. Hahaha, kalau mau cari panggung bukan begitu, ada yang lebih canggih Bung. Lagi pula apa urusannya yang beginian dengan pilpres?" pungkas Mahfud MD dengan enteng kepada detikcom.
(nik/gah)











































