"Saya kenal sudah sejak lama. Ya ceritanya panjang. Dia itu sempat minta saran saya, setelah jadi bendahara umum. Saya bilang politisi muda sepertimu berhati hatilah. Awalnya dari itu," Janed saat dicegat wartawan di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jumat (20/5/2011).
Menurut Janed, pertemuan dengan Nazaruddin juga kerap dilakukan di DPR. Namun, itu dilakukan dalam forum rapat resmi di Komisi III.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kerap bertemu, Janed merasa kaget ketika Nazaruddin memberikan uang sebesar 120 ribu dollar Singapura. Tidak jelas apa maksud pemberian uang tersebut karena Nazaruddin tidak memiliki kasus di MK.
"Kan bapak ketua MK sudah menjelaskan, tidak ada maksud apa-apa hanya uang persahabatan. Semua sudah dijelaskan secara gamblang oleh bapak ketua MK dan kalau ditanya apakah benar, ya memang benar," jelasnya.
"Tidak, tidak ada perkara pak Nazaruddin di sini silakan dicek," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Janed juga menyampaikan soal ancaman Nazaruddin terhadap MK.
"Tapi dia, beberapa waktu kemudian setelah pertemuan itu, bilang saya punya cara untuk obrak-abrik MK. Saya tau hakim MK seperti apa, kata Nazar. Ya kalau saya silakan aja mau obrak abrik MK yang penting kita kerja bener sesuai aturan mau diobrak-abrik kaya apa juga nggak akan ada apa-apa," bebernya.
(mad/asy)











































