"Dia (Bambang) tidak bermaksud ke situ, kalau ternyata diterjemahkan yang lain tidak salahnya juga kalau harus meminta maaf," ujar Priyo kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Menurut Priyo, Bambang hanya keceplosan saat menyebut leluhur Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu. Menurutnya Bambang hanya ingin mengkritik kebijakan yang diambil oleh Mari dalam pembelian pesawat MA 60.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat ucapannya tersebut, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie juga langsung menegur anggota Komisi III itu. Namun Priyo juga berharap polemik ini tidak lagi diperpanjang.
"Saya kira disudahi saja itu. Kalau itu salah paham minta maaf itu lebih baik, tetapi jangan yang bersangkutan tidak kritisi lagi. Menurut saya jangan lah diperpanjang, toh kadang orang bisa saja keceplosan," imbuhnya.
(her/ndr)











































