Uji Coba Pembatasan Jam Operasional Truk akan Tetap Berjalan

Uji Coba Pembatasan Jam Operasional Truk akan Tetap Berjalan

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 16:47 WIB
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum berniat merubah sikapnya terkait pengaturan jam operasional angkutan berat. Dishub menginginkan uji coba ini tetap dilaksanakan sampai batas waktu yang telah ditentukan yakni 10 Juni 2011. Setelah uji coba, barulah dievaluasi secara keseluruhan.

"Kita memang sedang melakukan ujicoba ini bersama Ditlantas Polda Metro, sampai waktu yang telah disepakati. Maka itu kita minta biarkan uji coba ini tetap berjalan, sampai nanti dilakukan evaluasi akhir hasilnya seperti apa," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Uji coba ini memang perpanjangan dari kebijakan yang diambil saat KTT ASEAN digelar pada tanggal 4 Mei silam. Menurut Pristono, perpanjangan ini sudah disepakati dalam rapat dengan Deputi Menteri Perekonomian yang diadakan sepekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu rapat pekan lalu itu, dengan Deputi Menteri Perekonomian. Hadir juga Organda, Pelindo, Jasa Marga dan Bina Marga, di situ memang disampaikan ujicoba ini sampai 10 Juni 2011, tapi tentunya kita melihat jika memang selama ujicoba perlu adanya perubahan-perubahan. Dan saat itu tidak ada yang menolak hasil rapat," jelas Pristono.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenyataannya Dishub dan Ditlantas Polda Metro terus melakukan evaluasi mingguan untuk melihat apakah ada yang perlu di ubah dalam uji coba ini. Salah satu hasil evaluasi sementara, akses Tol Priok-Cawang kembali dibuka.

"Dan kemacetan yang diributkan di sekitar Tanjung Priok sudah susut dengan kita buka kembali akses itu," ucapnya.

Namun penyesuaian ini tidak diikuti oleh Organda. Maka itu Dishub meminta Organda merubah pola waktu operasional angkutan berat itu termasuk truk. Misalnya saat siang, karena harus melewati JORR tidak semua truk yang dioperasikan.

"Kami harapkan juga ada penyesuaian dari angkutan peti kemas dong, toh kita juga sudah lakukan perubahan selama ujicoba ini, jangan kita saja yang berubah. Misalnya sebagian jalan siang, sebagian malam, karena kalau ada perubahan bersama-sama inikan jadi lebih baik," jelas Pris.

Organda merasa pengaturan waktu ini berdampak pada sektor ekonomi. Menurut Pris, alasan kerugian itu harus dibuktikan secara riil.

"Jangan dilihat satu sisi saja, karena mau tidak mau ini harus juga dilakukan suatu saat mengingat kapasitas jalan sangat terbatas. Sehingga waktu operasi angkutan berat dan kendaraan pribadi harus diatur," tutup Pris.



(lia/gun)


Berita Terkait