"Seperti maksa. Ancamannya itu kalau enggak mau terima, saya obrak-abrik MK," kata Mahfud usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Mahfud menjelaskan, pemberian uang 120 ribu dollar Singapura itu entah dalam rangka urusan apa. Hanya saja, Djanedri dipanggil dan diminta menemui Nazaruddin di suatu tempat di Kemang, Jaksel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu September 2010. Djanedri segera datang, namun di sana dia diberi uang. Pria asal Yogyakarta itu menolak namun malah keluar ancaman dari mulut Nazaruddin. Pada pagi harinya Djanedri langsung melapor ke Mahfud.
"Paginya langsung lapor dan saya dengar itu ancaman itu, saya bilang biar MK diobrak-abrik kembalikan uang itu. Saya ingin tahu obrak-abrik apa, ternyata enggak berani," tuturnya.
(ndr/fay)











































