Mahfud: Nazaruddin Pernah Ancam Obrak-abrik MK

Mahfud: Nazaruddin Pernah Ancam Obrak-abrik MK

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 16:52 WIB
Jakarta - Pengakuan mengejutkan datang dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD terkait sepak terjang Bendahara Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin. Mahfud menyebut Nazaruddin pernah mengancam akan mengobrak-abrik MK seandainya Sekjen MK Djanedri M Ghaffar tidak mau menerima pemberian uang.

"Seperti maksa. Ancamannya itu kalau enggak mau terima, saya obrak-abrik MK," kata Mahfud usai bertemu SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Mahfud menjelaskan, pemberian uang 120 ribu dollar Singapura itu entah dalam rangka urusan apa. Hanya saja, Djanedri dipanggil dan diminta menemui Nazaruddin di suatu tempat di Kemang, Jaksel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini, si Nazaruddin ini kan anggota Komisi III DPR, mitra kerjanya MK. Saya enggak pernah ke DPR, itu urusan Sekjen. Di situ barangkali kenal, tiba-tiba dipanggil. Anda bayangkan kalau zaman sekarang seorang birokrat dipanggil anggota DPR, ya datang saja," urainya.

Saat itu September 2010. Djanedri segera datang, namun di sana dia diberi uang. Pria asal Yogyakarta itu menolak namun malah keluar ancaman dari mulut Nazaruddin. Pada pagi harinya Djanedri langsung melapor ke Mahfud.

"Paginya langsung lapor dan saya dengar itu ancaman itu, saya bilang biar MK diobrak-abrik kembalikan uang itu. Saya ingin tahu obrak-abrik apa, ternyata enggak berani," tuturnya.

(ndr/fay)


Berita Terkait