Jero Wacik & Andi Mallarangeng Mendadak ke Istana

Kisruh Nazaruddin

Jero Wacik & Andi Mallarangeng Mendadak ke Istana

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 16:05 WIB
Jakarta - Anggota Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat yang juga Menbudpar Jero Wacik mendadak datang ke Istana Presiden. Tak lama Ketua PD Andi Mallarangeng juga tiba di Istana. Mereka datang beberapa menit setelah konferensi pers bersama SBY dan Mahfud MD terkait Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin.

Pantauan detikcom, Jero datang ke Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (20/5/2011) sekitar pukul 15.20 WIB. Jero datang mengendarai mobil dinasnya. Tidak lama, tibalah Andi Mallarangeng yang mengenakan baju batik.

Wartawan tidak sempat bertanya kepada Jero apakah kedatangannya ke Istana terkait dengan jumpa pers bersama SBY dan Mahfud MD atau tidak. Sedangkan Andi mengelak kedatangannya ke Istana ada hubungannya dengan kasus Nazaruddin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak-nggak, ini dipanggil Presiden, mendampingi Presiden," kilah Andi.

Di Istana Presiden pada sore ini terlihat akan ada persiapan acara seni. Ada suara piano yang terdengar. Namun tidak ada jadwal acara khusus yang diberitahukan kepada wartawan. Sementara itu di Istana terlihat pula penyanyi Andi /Rif.

Sebelumnya, dalam jumpa pers, SBY tidak membantah berita mengenai Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin terkait pemberian uang ke Sekjen MK M Djanedri. SBY selaku Ketua Dewan Pembina PD telah menerima laporan dari Ketua MK Mahfud MD.

SBY menjelaskan, Mahfud MD telah memberikan surat penjelasan kronologi mengenai dugaan pemberian uang M Nazaruddin.

"Sebagai ketua dewan pembina (PD), atas surat dan penjelasan itu, maka kami dari Partai Demokrat segera bekerja. Sekarang ini pun pekerjaan itu masih berlangsung. DPP di bawah Ketum Partai Anas Urbaningrum dan kedua Dewan Kehormatan partai sedang bekerja," tegas SBY.

Dia berharap publik tidak berspekulasi, tim dari Demokrat tengah bekerja dan mengkaji kasus ini. "Oleh karena itu agar tidak menimbulkan spekulasi apa pun dan agar berita yang benar ini menjadi dimengerti, agar tidak menimbulkan spekulasi apa pun," tuturnya.

Terkait rumor mengenai pemberian uang kepada Djanedri ini, dikabarkan terjadi pada September 2010 lalu sekitar pukul 22.00 WIB, di sebuah tempat di Jakarta Selatan. Saat itu Nazaruddin mengundang Djanedri untuk makan malam.

Di akhir pertemuan, tiba-tiba Nazaruddin memberi amplop yang isinya banyak lembaran uang dalam bentuk Dollar Singapura. Wow! Isinya cukup membelalakkan mata. Kalau ditotal sekitar Rp 828 juta. Namun, uang itu pun akhirnya dikembalikan Djanedri lewat MK.


(vit/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads