FUUI: 250 Ribu Orang Jadi Korban NII KW 9

FUUI: 250 Ribu Orang Jadi Korban NII KW 9

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 15:41 WIB
Garut - Forum Ulama dan Umat Indonesia (FUUI) mengklaim masyarakat yang menjadi korban penyesatan NII KW 9 mencapai sekitar 250 ribu orang. Mereka tersebar di berbagai kota di Indonesia dengan sasaran utama mahasiswa di perguruan tinggi.

"Di Bandung, korban terbanyak di ITB, kemudian UNPAD dan korban terbanyak urutan ketiga di Politeknik ITB, selebihnya tersebar di semua perguruan tinggi," ungkap Ketua FUUI KH Athian Ali Da'i, kepada wartawan usai seminar 'Mengungkap Kesesatan NII' di gedung Pendopo, Garut, Jawa Barat, Jumat (20/5/2011).

Umumnya, yang menjadi sasaran penyesatan NII KW 9 adalah kaum pegawai dan buruh yang berusia muda. Kemudian, kalangan pelajar sekolah maupun di perguruan tinggi juga diincar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin para pemuda ini lebih mudah direkrut karena masih labil," tambah Athian.

Menurut Athian, para korban selanjutnya dijadikan bagian dari komunitas NII KW 9 dengan tugas mencari korban baru dan mencari uang sebanyak-banyaknya. "Jadi bagi korban yang sudah direkrut hanya memiliki dua tugas. Mencari korban baru dan uang sebanyak-banyaknya," ucapnya.

Hingga saat ini ditambahkan Athian, perekrutan para korban NII KW 9 masih berlangsung sehingga pemerintah diminta segera membubarkan NII KW 9. "Kita harus segera menyelamatkan generasi muda dari penyesatan NII gadungan tersebut," imbuhnya.

Athian meminta masyarakat tidak bingung antara NII KW 9 dan isu makar negara Islam. Menurutnya, NII KW 9 berbeda paham dengan NII Kartosoewirjo. NII KW 9 ingin mengeruk uang sebanyak-banyaknya.

"Sehingga untuk pengikut NII KW 9, bisa mengambil harta yang ada di muka bumi tersebut dengan berbagai cara," kata dia dalam seminar.

Menurut Athian, laporan FUUI sudah pernah ditindaklanjuti Polda Jabar dengan ditangkapnya 17 pejabat NII KW 9. Kini, Athian meminta polisi mengusut pusat gerakan NII KW 9 yang disebutnya berada di Ponpes Al Zaytun.

"Makanya salah jika mengatakan Al Zaytun tidak ada kaitan dengan NII gadungan," tutupnya.

(fay/vta)


Berita Terkait