Peristiwa ini terjadi, Jumat (20/5/2011) di sekitar Jl Diponegoro persis di belakang rumah dinas Kapolda Riau atau di belakang Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Korban perampokan sempat menjerit minta tolong, namun karena suasana salat Jumat, tidak ada yang mendengarnya.
Korban mengalami luka-luka di bagian tangannya karena terjatuh ke aspal saat mempertahankan tasnya yang dirampok oleh dua pria yang tak dikenal. Lena kepada detikcom mengatakan, dia awalnya berniat makan rujak di komplek Nyamuk sebuah kawasan elit di Pekanbaru.
Turun dari mobil Grand Livina warna hitam, Lena menjinjing tas menuju tempat jualan rujak tersebut.
Ketika sedang menyantap rujak, Lena sempat melihat seorang pria keluar dari depan tempat jualan rujak tersebut. Pria itu keluar dari area taman bunga yang ada di kompleks Nyamuk dan memesan rujak.
"Pria itu sempat mengajak ngobrol si penjual rujak. Pria itu minta rujaknya untuk diantarkan ke kawasan taman. Saat penjulan rujak mengantarkannnya, pria ini lantas merampok tas saya," kata Lena.
Usai merampok tas, tak lama kemudian muncul sepeda motor. Lantas pria yang menggondol tas tersebut kabur bersama rekannya ke arah Jl Diponegoro. Lena mengalami luka dibagian lengannya karena sempat mempertahankan tasnya hingga jatuh ke aspal.
"Kunci mobil serta uang, HP, buku tabungan bank Mandiri dan BCA ada di dalam tas itu," kata Lena dengan isak tangis.
Usai dirampok, Lena pun kebingungan. Dia tidak bisa mengabari suami atau keluarganya, karena ponselnya juga digondol perampok tadi. Untunglah warga sekitar yang usai pulang salat Jumat, mencoba membantu. Warga lantas menelepon kepolisian terdekat.
Tak lama berselang, tim buser turun ke lokasi. Lena pun diantarkan warga ke Kantor Polsek Kota, Jl Sudirman, Pekanbaru. Kemudian, Lena dibawa kepolisian ke Bank BCA dan Mandiri untuk segera memblokir rekeningnya.
(cha/fay)











































