"Saya tidak begitu concern dengan faksi. Saya concern dengan soliditas partai, saya concern dengan bagaimana seluruh elemen partai bekerja, dan buat saya hal-hal seperti itu bukan menjadi perhatian pokok saya," kata Anas kepada detikcom di Bandung, Jumat (20/5/2011).
Seperti diketahui, terjadi perbedaan pendapat antara elite Demokrat di Dewan Kehormatan (DK) dan Tim Pencari Fakta yang dibentuk Fraksi Partai Demokrat DPR. Bahkan terakhir, pernyataan anggota DK, EE Mangindaan, soal pemberhentian kader yang terkait, ditentang oleh elite partai di fraksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Barangkali ada satu dua orang yang ada pikiran seperti itu, tapi itu bukan pikiran institusi Partai Demokrat. Pikiran Partai Demokrat adalah partai bekerja dalam satu gerak konsolidasi," imbuh Anas.
Dia mengatakan, pihaknya mendukung proses hukum yang berjalan di KPK dan proses penegakan nama baik partai yang dilakukan DK.
"Ya kita tunggu keputusan Dewan Kehormatan. Dan sekali lagi saya tidak melihat dari perspektif faksi, perspektif kubu, itu cara berpikir yang katrok ya," ujar Anas.
(lrn/vit)











































