Dalam acara yang digelar di depan stadion Persib Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/5/2011), duet Ketum dan Sekjen DPP Partai Demokrat itu diminta merancang strategi untuk menjebol gawang yang dijaga Markus Horison. Anas dan Ibas yang kompak mengenakan pakaian training lengkap dengan sepatunya, itu akhirnya bisa menjebol gawang kiper Persib tersebut.
Meski ‘pertandingan’ itu tidak serius karena dilakukan di lapangan mini, namun Anas mengatakan, Tunas Garuda adalah program serius untuk mencari bibit-bibit muda di Tanah Air. Tunas Garuda adalah kegiatan Demokrat Bakti Negeri yang bekerja sama dengan Sekolah Sepakbola Arsenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sepakbola bukan hanya urusan 22 pemain dan praktik bola di lapangan, sepakbola juga urusan perasaan berbangsa, urusan kebanggaan bangsa, bagian dari harga diri bangsa,” ujarnya.
Anas mengatakan, salah satu kunci utama perkembangan sepakbola nasional adalah pembinaan bibit-bibit muda, disamping juga manejemen klub dan pembinaan timnas.
“Dari bumi Bandung ini kami ingin mengirim pesan, sepakbola nasional kita harus makin diurus dengan baik,” ujarnya.
Anas berharap tunas-tunas muda sepakbola di Indonesia bisa dilirik klub asing dan akhirnya memajukan sepakbola nasional. “Gawang Arsenal harus bisa dijebol pemain-pemain Indonesia,” ujarnya.
(lrn/nwk)











































