Wapres Boediono Prima, Jantung & Lingkar Perut Bagus

Wapres Boediono Prima, Jantung & Lingkar Perut Bagus

- detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 12:23 WIB
Wapres Boediono Prima, Jantung & Lingkar Perut Bagus
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Boediono menjadi peserta pertama Pekan & Tes Kebugaran yang diselenggarakan oleh Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Bagaimana hasil tes kebugaran yang dilakoni Wapres pagi ini?

"Oh, beliau prima. Beliau bagus sekali, karena Pak Wapres ternyata, kan, secara rutin melakukan olah raga. Beliau ini setiap hari jalan kaki," kata Sekjen FORMI Iskandar Zulkarnaen di sela-sela pembukaan Pekan & Tes Kebugaran di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2011).

Iskandar melanjutkan, karena rajin jalan kaki dan fitness itu, menyebabkan kondisi jantung dan paru-paru Wapres cukup baik. Karenanya, ketika diberi latihan beban dalam tes kebugaran perdana kali ini, seperti push up dan sit up, kondisi fisik Boediono cepat pulih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi di sini kita bisa lihat kalau orang diberi beban, kemudian pemulihannya cepat, berarti dia punya kebugaran bagus. Ini yang beliau tampakkan. Jadi karena beliau rajin jalan kaki, 5 km sehari kalau tidak salah, itu menyebabkan jantungnya sangat prima," katanya.

Tanpa harus menjalani diet, Wapres juga mempunyai lingkar perut yang proporsional. Pola makannya juga sangat teratur. Selain itu, Iskandar menuturkan, tekanan darah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini pun dalam kondisi normal.

"Seluruh tes dijalani beliau: pemeriksaan tekanan nadi, tekanan darah, berat badan, kemudian tinggi badan, lingkar perut. Apalagi lingkar perut beliau, kan, bagus. Menunjukkan beliau risiko terhadap radiovaskulernya rendah," ungkap Zulkarnaen.

Iskandar mengatakan, tes kebugaran bukan bertujuan untuk mendeteksi penyakit di tubuh seseorang. Tes itu berguna untuk memberitahukan risiko-risiko terjadinya penyakit bila seseorang mempunyai kelemahan tertentu kondisi kesehatannya.

"Seperti misalnya tekanan darah tinggi, kalau tekanan darah tinggi kan risikonya tinggi terhadap penyakit tidak menular. Hipertensi keluar di sini," kata pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan ini.

(irw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads