"Oh, beliau prima. Beliau bagus sekali, karena Pak Wapres ternyata, kan, secara rutin melakukan olah raga. Beliau ini setiap hari jalan kaki," kata Sekjen FORMI Iskandar Zulkarnaen di sela-sela pembukaan Pekan & Tes Kebugaran di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2011).
Iskandar melanjutkan, karena rajin jalan kaki dan fitness itu, menyebabkan kondisi jantung dan paru-paru Wapres cukup baik. Karenanya, ketika diberi latihan beban dalam tes kebugaran perdana kali ini, seperti push up dan sit up, kondisi fisik Boediono cepat pulih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa harus menjalani diet, Wapres juga mempunyai lingkar perut yang proporsional. Pola makannya juga sangat teratur. Selain itu, Iskandar menuturkan, tekanan darah mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini pun dalam kondisi normal.
"Seluruh tes dijalani beliau: pemeriksaan tekanan nadi, tekanan darah, berat badan, kemudian tinggi badan, lingkar perut. Apalagi lingkar perut beliau, kan, bagus. Menunjukkan beliau risiko terhadap radiovaskulernya rendah," ungkap Zulkarnaen.
Iskandar mengatakan, tes kebugaran bukan bertujuan untuk mendeteksi penyakit di tubuh seseorang. Tes itu berguna untuk memberitahukan risiko-risiko terjadinya penyakit bila seseorang mempunyai kelemahan tertentu kondisi kesehatannya.
"Seperti misalnya tekanan darah tinggi, kalau tekanan darah tinggi kan risikonya tinggi terhadap penyakit tidak menular. Hipertensi keluar di sini," kata pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan ini.
(irw/nrl)











































