Acara yang diprakarsai oleh Forum Persaudaraan Umat Beriman (FPUB) Yogyakarta itu diikuti oleh berbagai elemen budaya dan organisasi lintas agama. Prosesi dilakukan dengan berjalan kaki tersebut dimulai dari halaman Monumen Jogja Kembali (Monjali) di Ringroad Utara sekitar pukul 21.00 WIB.
Dari Monjali, peserta berjalan kaki kurang lebih 6 km menuju Pagelaran Kraton di Alun Alun Utara Yogyakarta. Jalan-jalan yang dilalui diantaranya Jl Monjali, AM Sangaji, Tugu Yogya, Jl Mangkubumi, Malioboro, simpang empat Kantor Pos Besar dan berakhir di Alun Alun Utara.
Β
Saat prosesi berlangsung, semua peserta melakukan tapa bisu tidak berbicara sepatah katapun dengan peserta lainnya serta memanjatkan doa. Pada barisan terdepan peserta membawa bendera merah putih, lambang Garuda Pancasila. Anggota FPUB dari lima agama dan elemen masyarakat Yogyakarta dari berbagai latar belakang turut serta dalam prosesi tersebut. Beberapa peserta ada yang mengenakan pakaian adat Jawa serta berkalungkan janur kuning dan membawa obor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator acara, Romo Y Suyatno Hadiatmojo Pr yang juga anggota FPUB mengatakan pihaknya ingin mengajak warga masyarakat Yogyakarta dan Indonesia untuk kembali meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Dia berharap rakyat Indonesia tetap bersatu dalam keberagaman dan tidak terpecah belah.
Dia mengatakan Harkitnas ini merupakan momentum untuk persatuan bangsa Indonesia. Karena itu pihaknya sengaja mengangkat tema 'Tentramlah Yogyaku, Damailah Bangsaku, Bersatulan Negeriku'.
"Kami berharap, bangsa Indonesia bisa kembali menyadari jati dirinya tentang keindonesiaannya. Kita ini bangsa Indonesia, bukan bangsa yang serukan dan tonjolkan," katanya.
(bgs/ape)










































