"Kemarin itu harusnya disambut gembira ada liburan panjang, tapi karena dadakan berantakan semua enggak efektif digunakan liburan," kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di sela-sela diskusi di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Priyo menjelaskan, cuti bersama akan mendatangkan manfaat bagi warga seandainya direncanakan dengan matang dan tidak bersifat dadakan. Tentu libur secara bersama-sama akan efektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disampaikan pengamat politik Adrinof Chaniago. Dia menilai jangan sampai cuti bersama yang diumumkan secara mendadak terjadi lagi.
"Kalau kemarin blunder, ngawur. Bertujuan efisiensi dan efektifitas justru enggak efisien dan efektif. Rencana yang sudah dibuat kacau, mau isi waktu luang karena kesempatan mendadak, jadi berantakan," terang Adrinof.
Urusan cuti bersama ini sempat menjadi polemik. Pada Jumat 13 Mei lalu, pemerintah secara mendadak mengumumkan cuti bersama untuk Senin 16 Mei. Tak pelak banyak protes mengalir, pemerintah dinilai kurang koordinasi.
Nah, untuk tanggal 3 Juni yang jatuh pada hari Jumat juga merupakan "hari kejepit nasional" karena Kamis 2 Juni merupakan hari libur untuk memperingati hari kenaikan Isa Al Masih. Sedangkan 4 Juni merupakan hari Sabtu yang merupakan hari libur di sejumlah kota.
(did/ndr)










































