David Tobing Siap Hadapi UI Terkait Kasus Susu Berbakteri

David Tobing Siap Hadapi UI Terkait Kasus Susu Berbakteri

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 22:42 WIB
David Tobing Siap Hadapi UI Terkait Kasus Susu Berbakteri
Jakarta - Pemenang perkara susu formula berbakteri, David Tobing di gugat kampus tempat dia mengambil program strata 1 hingga program doktoral, Universitas Indonesia (UI) Depok. Gelar doktoral yang sedang dia kejar pun menjadi taruhan.

Namun, dia tidak gentar dan akan menghadapi UI di meja pengadilan secara jantan.

"Berbunga-bunga, GR dan sekaligus prihatin karena digugat Rektor sendiri. Yang terpelajar Rektor UI, lebih elegan Prof memerintahkan saya untuk menyerah walaupun saya pasti menolak. Karena bagi saya perintah hukum lebih tinggi dari perintah Rektor. Selamat menggugat Prof, semoga tidak memalukan almamater tercinta," tulis David dalam status facebook miliknya seperti dikutip detikcom, Kamis, (19/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut dibenarkan David saat ditemui wartawan di PN Jakpus. Sebagai mahasiswa UI, dia merasa malu dengan sikap Rektor UI tersebut. Apalagi sikap UI ini tidak melalui konsultasi terlebih dahulu dengan puluhan guru besar hukum UI.

"Saya malu. Sebagai mahasiswa, bukan berarti meremehkan Rektor saya tapi karena para Guru Besar Fakultas Hukum tidak dilibatkan sama sekali. Harusnya dilibatkan untuk menentukan langkah apakah menggugat atau tidak. Kalau ada forum guru besar, maka saya menghormati putusan itu," terang David di PN Jakpus.

Padahal, David saat ini sedang menyelesaikan program S3 nya di Kampus UI. Dia mengaku telah memikirkan hal terburuk sekalipun atas gugatan ini terkait status mahasiswanya tersebut.

"Saya akan hadapi gugatan Rektor. Dan akan berusaha memberikan pelajaran hukum bagi para Rektor yang bukan ahli hukum itu. Meski program doktoral terhambat/dihambat, yang penting saya menjunjung tinggi hukum dan bukan mematuhi perintah rektor," tuntas David.

Polemik ini bermula ketika ketika para peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan adanya kontaminasi Enterobacter Sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar tahun 2003 hingga 2006. Hasil riset itu dilansir Februari 2008. Namun, IPB tidak bersedia menyebutkan merek susu yang dimaksud.

(asp/ape)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads