"Dimana saja belum tahu," kata Kabagpenum Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mapolresta Cirebon, Cirebon, Kamis (19/5/2011).
Boy mengatakan, kelompok jaringan teroris Cirebon menegaskan diri untuk melawan pemerintahan. "(target) Aparat keamanan. Target utama kepolsian," jelasnya.
Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menyebut jaringan Cirebon berkaitan erat dengan rangkaian terorisme di Indoneisa yakni mencapai daulah Islamiyah. Pelaku bom bunuh diri di Masjid Az Dzikro Muhammad Syarif Astanagarif (32) beserta kelompoknya telah menyiapkan 22 bom rompi. Hingga kini polisi masih mencari 15 bom rompi yang disiapkan kelompok itu.
"M Syarif beserta 15 orang tersangka lainnya telah membuat 22 bom rompi di dua tempat yaitu di rumah mertua M Syarif di Majalengka dan di rumah kontrakan Ishak Adriana di Cirebon," kata Anton.
Anton mengatakan, masing-masing rompi diisi tujuh hingga delapan bom pipa. Satu bom rompi telah diledakan M Syarif saat melakukan bunuh diri dan tujuh bom lainnya telah ditemukan.
"Sisa 15 bom rompi masih dicari," ungkap mantan Kapolda Jatim ini.
(mpr/ape)











































