Susunan Rencana Perampokan Mobil ATM BCA

Susunan Rencana Perampokan Mobil ATM BCA

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 21:30 WIB
Susunan Rencana Perampokan Mobil ATM BCA
Jakarta - Dugaan otak pelaku perampokan mobil pengangkut uang untuk ATM BCA sudah mengerucut pada sang sopir, Yunisar Simbolon. Tidak hanya beraksi sendiri, Satpam Hendrik Gunawan juga ikut terseret-seret.

Berikut proses perencanaan Yunisar Cs dalam aksi perampokan. Sumber detikcom menyebutkan, rencana perampokan dilakukan secara mendadak. Termasuk di dalamnya rencana akan meninggalkan mobil di Jl Jatibening.

Pukul 16.00 WIB
Kendaraan Daihatsu Grand Max B 9713 FH berangkat dari PT Armorindo Artha di Jl Sunan Giri, Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, dengan dikawal dua orang satpam Ahmad dan Hendrik Gunawan, seorang sopir Yunisar Simbolon, dan seorang teknisi Zulfikar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, kendaraan mengisi muatan kendaraan dengan uang sebesar Rp 3,7 miliar di BCA Kantor Cabang Pembantu (KCP) Balai Pustaka. Setelah mengambil muatan, kendaraan langsung mengisi 3 ATM BCA di wilayah Duren Sawit dan ATM BCA di Buaran.

"Ketika berada di Buaran itu sopir ini mendadak merencanakan perampokan. Lalu dia menelepon temannya yang katanya anggota Brimob. Dan orang yang ditelepon itu mengatakan dua temannya akan berada di Apotik Tania, tempat pengisian selanjutnya setelah di ATM Buaran," kata sumber penyidik di Polrestro Jakarta Timur, kepada wartawan, Kamis (19/5).

Tak lama dari situ, orang yang dikontak Yunisar datang ke ATM Buaran dengan menggunakan seragam Brimob berbalut rompi hitam.

"Orang berseragam itu menanyakan kepada Hendrik apakah mengenal anggota A, B, dan C yang biasa mengawal kendaraan. Hendrik pun mengizinkan orang itu masuk dan menumpang ke Jl Pramuka," kata sumber tersebut.

"Saat hendak menuju ke pengisian selanjutnya di Apotik Tania, sopir menyerahkan kunci ke Satpam Hendrik dengan alasan capek," imbuh sumber tersebut.

Jadilah Hendrik yang membawa mobil dari Buaran ke Apotik Tania. Sementara, Yunisar duduk di samping sopir.

Pukul 22.00 WIB.
Kendaraan mengisi mesin ATM di Apotik Tania. Sopir, satpam Ahmad dan Zulfikar turun dari kendaraan. Sementara Hendrik dan seorang pria berseragam polisi tetap berada di mobil. Hendrik masih berada di balik kemudi.

"Ketika tiba, mobil memalang karena parkiran penuh. Lalu, oleh Hendrik mobil diarahkan dengan moncong ke Jalan raya dan membelakangi ATM," papar sumber tersebut.

Mobil tersebut dibiarkan dalam keadaan menyala. Ketika Zulfikar dan Ahmad sibuk di mesin ATM, dua orang tidak dikenal masuk ke dalam mobil. Dan membawa lari kendaraan berisi uang sebesar Rp 2 miliar.

"Menurut keterangan saksi tukang sate, tukang koran dan parkir, Yunisar tidak bereaksi sama sekali ketika mobil dibawa kabur. Dia malah bengong," katanya.

Baru setelah Zulfikar dan Ahmad keluar ATM, keduanya menanyakan mobil operasional yang sudah tidak ada di parkiran.

"Yunisar malah meminta keduanya tenang," jelas sumber itu.

Pukul 02.00 WIB
Mobil ditemukan di Jatibening 1, Pondok Gede. Saat ditemukan di dalam mobil itu didapati Hendrik dalam kondisi terikat safety belt dan ada di belakang jok sopir. Hendrik juga diketahui mengalami luka di kepala.

"Pengakuannya dia digetok pakai pistol pelaku," jelas sumber itu.

14.15 WIB
Yunisar diserahkan ke Polrestro Jakarta Timur dengan tangan diborgol setelah menjalani pemeriksaan di Polsek tro Duren Sawit. Selain Yunisar polisi juga memeriksa Ahmad, Zulfikar, Hendrik.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Kompol Bustoni Purnama membantah telah menetapkan status Yunisar dan Hendrik sebagai tersangka.

"Masih saksi semua, belum ada tersangka (dalam pencarian)," kata Bustomi dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Kamis (19/5).

(ahy/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads