Uang Hasil Rampokan Akan Dibagi Rata kepada 5 Pelaku

Uang Hasil Rampokan Akan Dibagi Rata kepada 5 Pelaku

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 20:30 WIB
Uang Hasil Rampokan Akan Dibagi Rata kepada 5 Pelaku
Jakarta - Dugaan otak pelaku perampokan mobil pengangkut uang untuk ATM BCA sudah mengerucut pada sang sopir, Yunisar Simbolon. Dalam skenarionya, para pelaku akan membagi rata uang hasil rampokannya.

"Pembagiannya merata, dari Rp 460 juta itu akan dibagi untuk sopir, Hendrik, pria berseragam polisi, dan dua orang teman dari pria berseragam itu," kata sumber dari Polrestro Jakarta Timur kepada wartawan, Kamis (19/5).

Yunisar, kepada polisi mengakui perencanaan perampokan itu. Niat itu muncul mendadak ketika dia dan petugas lainnya tengah mengisi uang di ATM BCA Buaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di awal Yunisar merencanakan untuk mengambil satu kantung uang saja. Uang itu ya berisi Rp 460 juta," papar sumber tersebut.

Saat itu, imbuhnya, kendaraan membawa Rp 3,7 miliar. Saat tiba di Apotik Tania, Jl Robusta, Pondok Kopi, uang di kendaraan tersisa sekitar Rp 2 miliar, karena sudah diisi ke berbagai ATM di wilayah Jakarta Timur. Uang yang ada disimpan di 7 karung. Setiap karung memiliki jumlah bervariatif.

Selain merencanakan mengambil satu karung, Yunisar juga menrencanakan untuk meninggalkan mobil Daihatsu Grand Max silver nopol B 9713 FH di Jatibening.

"Hasil penyelidikan Yunisar mengakui, pengakuannya cocok dengan olah TKP yang dilakukan kepolisian," jelas sumber tersebut.

Pembajakan dan perampokan mobil pengisian ATM BCA terjadi pada Minggu (15/5/2011) malam. Lokasi kejadian adalah ATM BCA yang terletak di Apotik Tania, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Di situ ada dua orang masuk mobil dan membawa kabur mobil bersama isinya yaitu pria yang mengaku Brimob dan menumpang di ATM BCA sebelumnya dan seorang satpam bernama Hendrik Gunawan.

Mobil Grand Max yang dilarikan itu kemudian ditemukan di Jatibening, Bekasi. Hendrik ditemukan dalam kondisi terikat tak jauh dari mobil dengan luka di kepala. Pelaku menggasak Rp 460 juta sedangkan Rp 1,9 miliar mereka tinggalkan.

(ahy/gah)


Berita Terkait