"Dalangnya dia, si sopir itu," kata sumber dari Polres Jakarta Timur, tersebut kepada wartawan, Kamis (19/5).
Menurutnya, dugaan tersebut didapati setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Yunisar secara intensif di Polrestro Jakarta Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada penyidik Polrestro Jakarta Timur, Yunisar mengaku tidak seorang diri melakukan perampokan itu. Dia bekerjasama dengan seorang satpam bernama Hendrik Gunawan untuk membawa kabur mobil dan uang berjumlah Rp 2 miliar lebih itu.
"Tapi sampai saat ini Hendrik belum mau buka mulut soal keterlibatannya itu," jelas sumber tersebut.
Minggu (15/5) sekitar pukul 22.00 WIB, satu unit mobil Daihatsu Grand Max silver B 9713 FH yang mengangkut uang milyaran untuk ATM BCA dirampok, di Apotik Tania, Jl Robusta, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Saat itu mobil ditumpangi seorang sopir Yunisar Simbolon, dua orang satpam Ahmad dan Hendrik, serta, teknisi Zulfikar, dan seorang pria berseragam Brimob.
Pria berseragam Brimob itu sebelumnya ikut menumpang ketika mobil pengisian ATM BCA tengah berada di ATM BCA Buaran. Berdalih mengenal anggota Brimob yang biasa mengawal kendaraan operasional tersebut satpam Hendrik mengizinkan pria misterius tersebut menaiki kendaraan.
Saat tiba di ATM Apotik Tania Pondok Kopi. 1 satpam dan seorang pegawai bagian pengisian ATM, serta sopir turun dari mobil. Tiba-tiba masuk 2 orang tidak dikenal dan "membajak" mobil.
Satpam Hendrik dan penumpang berseragam polisi itu yang masih di dalam mobil ikut kabur di dalam kendaraan tersebut. Saksi mengaku tidak mendengar suara teriakan.
Mobil lalu ditinggal di Jatibening, sedangkan Hendrik yang ditemukan dalam kondisi terikat tak jauh dari mobil tersebut. Pelaku menggasak Rp 460 juta sedangkan Rp 1,9 miliar ditinggalkan.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Bustoni Purnama mengaku sudah melakukan kroscek mengenai dugaan keterlibatan anggota Brimob dalam perampokan tersebut.
"Sudah kita kroscek dan bukan Brimob. Dia kan pakai jaket. Tidak ada Brimob," kata Bustoni beberapa hari lalu.
Lalu kalau bukan anggota Brimob lalu siapa? "Masih didalami," jawabnya.
Sebelumnya, Bustoni juga membantah sopir mobil ATM BCA itu sudah ditetapkan menjadi tersangka seperti informasi yang beredar sebelumnya. Hingga kini belum ada tersangka dalam kasus perampokan ATM BCA Pondok Kopi. "Belum. Belum ada," ujarnya.
Saat pelimpahan berkas penyidikan dari Polsektro Duren Sawit ke Polrestro Jakarta Timur, Senin (16/5), tangan sopir mobil ATM BCA itu terlihat diborgol dan dikawal ketat anggota kepolisian. Penyidik mengaku pemborgolan itu sebagai bentuk antisipasi agar tak kabur.
Penjagaan ketat pun dilakukan polisi terhadap satpam Hendrik Gunawan yang melakukan pengawalan saat perampokan terjadi. Bedanya Hendrik tidak dalam kondisi tangan diborgol.
(ahy/gah)











































