"Kami minta Pimpinan KPK supaya mengurangi kegiatan mereka di luar daerah," kata aktivis ICW, Emerson Yuntho di Jakarta, Kamis (19/5/2011).
ICW menilai, pimpinan KPK terlalu sering berkunjung ke daerah-daerah untuk menghadiri sebuah kegiatan. Meski acara itu juga penting sebagai langkah sosialisasi pencegahan korupsi, namun bisa didelegasikan kepada pejabat teknis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikhawatirkan, semakin sering pimpinan KPK tidak berada di kantor, penanganan perkara bisa terganggu. Mulai dari ekspose perkara hingga pengambilan kebijakan penting.
"Meski acara ke daerah penting, pimpinan harus punya skala prioritas dalam bertindak," lanjut Emerson.
Berikut catatan detikcom mengenai kegiatan-kegiatan pimpinan KPK di daerah untuk dua bulan terakhir;
19 April 2011, Ketua KPK Busyro Muqoddas mengadakan dialog dengan tokoh masyarakat serta lokakarya media di Surabaya.
27 April, Busyro menjadi pembicara dalam acara Dies Natalis Universitas di Semarang.
4 Mei, Wakil Ketua KPK M Jasin mengadakan koordinasi supervisi di Semarang.
6 Mei, Busyro pergi ke Univesitas Muhamaddiyah Surakarta untuk penandatangan MoU.
7-8 Mei, Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah mendatangi Yogyakarta untuk berdialog dengan tokoh masyarakat.
16 Mei, Busyro memberi kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta dengan tema 'Problematika dan Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia'.
18 Mei, Busyro juga memberi kuliah umum kepada mahasiswa yang ada di Universitas Andalas.
(mok/lh)











































