Kursus tersebut diikuti oleh puluhan narapidana yang mendekam di LP terbesar di Bali tersebut. "Kursus ini merupakan upaya pembinaan terhadap para narapidana," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Bali, Kristiadi di LP Kerobokan, Jl Gunung Sanghyang, Denpasar, Kamis (19/5/2011).
Kursus tersebut terselenggara atas pendanaan lembaga asing dari Australia yang disalurkan melalui dua orang narapidana 'Bali Nine', yaitu Myuran Syukumaran dan Matthew James Norman. Kursus komputer pun diajarkan oleh tenaga profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada lapas Lain di Indonesia yang menyelenggarakan kursus dengan tenaga pengajar profesional," katanya.
Sementara itu, terpidana 'Bali Nine' Myuran Syukumaran berharap kursus komputer dan bahasa Inggris di LP Kerobokan dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi narapidana.
"Semoga kursus ini bermanfaat bagi mereka setelah bebas sehingga bisa mendapatkan pekerjaan," katanya.
Kursus bahasa Inggris yang diselenggarakan kali ini merupakan kursus pada gelombang kelima, sedangkan kursus komputer telah memasuki gelombang keenam. Narapidana yang kursus pada gelombang sebelumnya telah lulus dengan baik.
(gds/fay)











































