"Itu bisa jadi ke sana," kata pengamat politik Arbi Sanit saat berbincang dengan detikcom, Kamis (19/5/2011).
Arbi meragukan niat awal Muchdi untuk membantu PPP dengan alasan dia warga Muhammadiyah. Selama ini sudah banyak jenderal TNI yang bergabung di PPP namun tidak bisa apa-apa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, lanjut Arbi, saat pemilu lalu Muchdi bergabung di Gerindra yang partai nasionalis dan sekuler. Muchdi juga dikenal dekat dengan Prabowo Subianto pimpinan Gerindra.
"Ini seperti infiltrasi kepada PPP," pendapatnya.
Nah, Suryadharma akan menemukan lawan tangguh. Muchdi dikenal sebagai ahli intelijen, teknik-teknik intelijen akan dia gunakan dalam menghadapi persaingan menuju kursi Ketum PPP.
"Jadi kalau Suryadharma tidak meminta bantuan SBY, bisa kalah dia. SBY sebagai pemimpin pemerintahan memiliki sumber daya termasuk akses ke intelijen," tuturnya.
(ndr/nrl)










































