Aksi yang dilakukan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini diawali dari Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (19/5/2011). Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Maklumat Reformasi & Kebangkitan Nasional" dan membawa berbagai poster.
Setelah cukup berorasi bergantian, mahasiswa dari HMI itu melakukan long march ke Kantor DPRD Jateng yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi awal. Sepanjang jalan, mereka melakukan aksi teatrikal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pintu gerbang kantor DPRD, para mahasiswa dihadang parat kepolisian. Cuaca cukup terik. Mahasiswa ingin masuk untuk menyampaikan aspirasi ke anggota dewan. Namun, keinginan itu tak begitu saja diluluskan. Karena itu, mahasiswa berusaha menerobos barikade aparat. Lalu, kericuhan pun terjadi.
Seorang mahasiswa berhasil diseret dan diamankan aparat. Sementara teman-temannya kocar-kacir. "Tadi, ada yang kena pukul dan tendang. Bibir dan kakinya lebam," kata Ketua HMI Semarang M Ulil Haq.
Ulil mengaku sudah berusaha persuasif untuk bertemu dengan anggota dewan. Namun, keinginan itu diabaikan, sehingga terjadi salah paham. Ia meminta polisi melepaskan rekannya yang diamankan, karena tidak bersalah.
Dari hasil pengecekan, mahasiswa yang ditahan adalah Miftahul Rahman. Dia merupakan anggota HMI Komisariat IAIN Walisongo Semarang. Usai ricuh dengan polisi, mahasiswa membubarkan diri.
(try/fay)










































