Mendiknas Berharap Ada Jembatan Layak untuk Anak Desa Cicaringin

Mendiknas Berharap Ada Jembatan Layak untuk Anak Desa Cicaringin

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 15:02 WIB
Mendiknas Berharap Ada Jembatan Layak untuk Anak Desa Cicaringin
Jakarta - Miris rasanya melihat bocah-bocah Desa Cicaringin di Provinsi Banten yang meniti jembatan kawat untuk mengikuti ujian nasional (UN). Mendiknas M Nuh pun berharap segera dibangun jembatan yang layak agar bisa dilalui bocah-bocah itu.

"Paling bagus segera dibuatkan jembatan," ujar M Nuh di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Dia menambahkan, tanggung jawab membuat jembatan bukan berada di tangan Kemendiknas. Namun Nuh memahami, tidak ada jembatan layak di sana lantaran jumlah penduduk yang sedikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak boleh, (kementerian) pendidikan membuat jembatan. Persoalannya itu, penduduknya jumlahnya sedikit," imbuh Nuh.

Foto dari kantor berita Antara yang diterbitkan Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo pada Senin (16/5) memperlihatkan, para siswa kelas enam SD Negeri Cicaringin 3 meniti jembatan kawat seperti orang sedang outbond. Ketiadaan jembatan memaksa mereka meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman saat akan mengikuti ujian nasional di Desa Cicaringin, Banten, Senin, 9 Mei.

Dalam foto itu tampak sekitar 8 bocah berseragam SD, ada yang memakai baju olahraga, semuanya bersandal jepit. Mereka dengan berhati-hati memegangi kawat baja yang melintang pukang di atas Sungai Ciliman selebar sekitar 40 meter. Ketinggian jembatan kawat baja dari atas sungai sekitar 5 meter.

Dari penelusuran, jembatan itu adalah jembatan gantung bernama Leuwi Lember, yang putus sekitar bulan Maret 2011 lalu. Entah apakah wakil rakyat setempat dan pemerintah yang menaungi rakyat di Desa Cicaringin itu mengetahui kondisi jembatan gantung yang membahayakan itu. Namun hingga Mei 2011, jembatan itu belum kunjung diperbaiki.

(vit/asy)


Berita Terkait