Mbah Rono: Kapan Terjadinya Gempa Tak Bisa Diprediksi

Mbah Rono: Kapan Terjadinya Gempa Tak Bisa Diprediksi

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 14:43 WIB
Jakarta - Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Andi Arief menyatakan adanya potensi gempa 8,7 SR di sekitar Jakarta. Menurut Kepala Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Geologi (PVMBG) Surono, kapan akan terjadi gempa bumi tidak bisa diperkirakan.

"Secara ilmiah tidak bisa, parameternya terlalu banyak, rumit" tutur pria yang akrab disapa Mbah Rono ini di Kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (19/5/2011).

Merujuk pada kekuatan gempa yang mencapai 8,7 SR, maka penyebabnya adalah gempa tektonik. Yaitu pergerakan dua patahan lempeng bumi.

"Dua patahan di yang di dekat Jakarta itu, patahan Cimandiri di Sukabumi dan patahan di Selat Sunda. Itu sebenarnya sobekan saja," papar pria berkumis ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kota Jakarta diprediksi bakal dilanda gempa hingga 8,7 SR. Pusat gempa berada di Selat Sunda dan merupakan pengulangan dari gempa purba yang pernah terjadi ribuan tahun lalu.

Tidak diketahui kapan gempa besar itu akan menggetarkan Jakarta.

"Jakarta menyimpan potensi, berpusat di Selat Sunda. Dahulu ada pelepasan energi yang sangat besar di sana, sehingga diprediksi akan ada gempa 8,7 skala richter di Jakarta. Saat ini kita sedang buat modellingnya," kata Staf Ahli Presiden bidang Bencana, Andi Arief dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2011).

Menurut Andi Arief, gempa besar sudah terjadi sejak zaman purba. Yang kini terjadi seperti gempa dna tsunami di Aceh, hanya pengulangan gempa purba itu.

"Kita mencari sumber gempa yang sudah ada sejak zaman purba. Seperti di Tsunami di Aceh, sudah pernah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Bencana itu siklus, pasti mengulang seperti hukum kekelan energi," kata Andi Arief

(fjp/lh)


Berita Terkait