"Jadi kalau ada sekolah yang 100 persen tidak lulus, tidak serta merta ditutup. Kita lihat persoalannya apa," ujar M Nuh di kompleks Istana Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (19/5/2011).
Nuh berterimakasih jika ada masyarakat yang akan membuat sekolah. Seandainya masyarakat tidak mampu mendirikan sekolah, tentunya akan dibantu pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMA Abadi di Penjaringan akan ditutup? "Ya, karena memang jumlahnya 3-5 orang. Itu kan tidak feasible, mending ke tetangganya," ucap Nuh.
Saat ditanya apakah secara nasional ada data sekolah-sekolah semacam SMA Abadi, Nuh mengaku tidak memiliki data. Namun dia yakin, SMA Abadi bukan satu-satunya sekolah yang memiliki masalah seperti itu.
"Belum ada datanya. Tapi adalah, kecil-kecil," kata Nuh.
100 Persen siswa kelas III SMA Abadi, yang hanya 7 orang, tidak lulus UN tahun ini. Mereka rupanya anak-anak 'buangan' dari sekolah lain. Pantauan detikcom, Kamis (19/5/2011), sekolah ini tampak kurang terurus. Namun bukan berarti bangunannya tidak bagus. Sekolah ini terbilang lumayan. Berlantai 2, dengan gedung yang berbentuk U mengitari lapangan tengah. Sayangnya, perawatan yang tak maksimal membuat sebagian tembok gedung berlumut.
Sekolah ini mempunyai 20 ruang kelas. Namun karena jumlah siswanya yang menyusut, kini hanya terpakai 3 kelas. Kelas lainnya ditempati oleh SMU Mutiara Hati yang menumpang di sekolah itu.
Di sejumlah kelas, atap-atapnya tampak bocor. Termasuk di ruang kelas III, tempat 7 orang siswa yang tidak lulus UN itu belajar. Di sekolah itu, tercatat ada 10 siswa kelas 1 dan 8 orang di kelas 2.
(vit/asy)











































