SBY: Pemerintah, Pengusaha, & Rakyat Harus Harmonis
Jumat, 18 Jun 2004 00:24 WIB
Jakarta - Calon Presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengupayakan terwujudnya hubungan yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan rakyat jika terpilih. Dengan iklim seperti ini diharapkan ekonomi akan tumbuh dengan baik. Pernyataan ini disampaikan SBY saat memberi sambutan dalam acara acara makan malam dan ramah tamah dengan ratusan pengusaha di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika, Senayan, Jakarta. Hadir juga dalam acara ini cawapres pasangan SBY, Jusuf Kalla."Dan bila terjadi hubungan yang harmonis antara pemerintah yang baik, pengusaha, dan rakyat maka lima tahun mendatang ekonomi akan tumbuh dengan baik. Dan pada tahun 2009 sangat mungkin keadaan kita kembali seperti sebelum krisis. Karena kita mampu," kata SBY.Dalam kesempatan itu SBY juga menyayangkan adanya slogan-slogan dalam kampanye yang tidak sehat dan bernada provokatif. Seperti slogan: Pilih mana konglomerat besar atau rakyat. "Kenapa harus dibuat pilihan itu. Padahal seharusnya kita membuat hubungan yang harmonis," katanya.Lalu dilanjutkannya, "Kalau itu bisa ditempuh maka kita akan bisa mengembangkan kehidupan nasional. Saya juga mengimbau agar pengusaha menjadi pengusaha yang baik. Yang membayar pajak dan membayar gaji karyawan dengan baik. Dan rakyat menjadi tenaga kerja yang produktif."Namun, SBY juga menyatakan tidak akan terlalu mengumbar janji tentang apa yang akan dilakukan jika menang dalam Pemilu Presiden. "Jangan menebar janji kalau memang tidak mungkin dilakukan. Karena kalau itu dikonsumsi rakyat maka akan jadi malapetaka. Kami tidak pesimis tapi juga tidak terlalu tebar janji. Kami hanya ingin membuat Indonesia lebih baik dalam lima tahun yang akan datang."Sementara Jusuf Kalla, dalam sambutannya, menyatakan pemilu bukanlah untuk mencari kehormatan tapi untuk menuju Indonesia yang lebih baik. "Jadi bukan hanya untuk kami berdua saja," lalu dilanjutkannya.Lalu ditambahkannya, "Bila kita ingin bangsa yang makmur, aman, dan adil, tentu kita butuh pemimpin yang kuat dan berwibawa. Dan kami adalah pemimpin yang kuat dan berwibawa itu. Karena ini kepentingan bersama tentu kami juga butuh gotong royong bersama karena pemerintah yang kuat butuh dunia usaha yang kuat."
(gtp/)











































