Pengiriman Surat Suara Lewat Pos Baru Capai 50%
Jumat, 18 Jun 2004 00:10 WIB
Bandung - Hingga Kamis (17/6/2004) baru 50,48 persen surat suara Pemilu Presiden yang sampai ke KPU Provinsi dan Kota/Kabupaten seluruh Indonesia yang dikirimkan melalui PT Pos Indonesia. Seluruh surat suara yang akan dikirimkan melalui pihak PT Pos sudah selesai dicetak dan siap didistribusikan. "Sekitar 60 persen surat suara pemilihan presiden putaran pertama didistribusikan PT POS untuk 11 daerah pemilihan," kata bagian komunikasi korporat PT Pos Indonesia, Abu Sofian, di kantornya, Jl RE Martadinata, Bandung, Kamis (17/6/2004). Dijelaskan, surat suara sebanyak 98.295.086 buah dengan berat 1.021.986 kilogram akan dikemas dalam 49.243 boks. PT Pos menargetkan pengiriman akan sampai di KPU Provinsi dan Kabuapaten/Kota pada 25 Juni 2004. Surat suara mulai dikirimkan sejak selesai dicetak mulai 7 Juni 2004. Penunjukan PT Pos Indonesia untuk pengiriman surat suara berdasarkan hasil rapat Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 29 Mei 2004. Nilai kontraknya mencapai Rp 3.541.532.478 untuk 60 persen dari seluruh surat suara di seluruh wilayah Indonesia. Surat suara yang dikirim PT Pos berasal dari percetakan di tiga kota yakni PT Temprint Jakarta, PT Temprina Surabaya, dan PT Kartika Raya Semarang untuk 11 daerah pemilihan. Hingga Kamis ini dilaporkan pengiriman telah mencapai 50,48 persen yang terkirim. Yakni Kepulauan Bangka Belitung 729.121 surat suara dan Gorontalo 641.328 surat suara, atau 100 persen terkirim. Kemudian DKI Jakarta 7.220.545 surat suara atau 98,23 persen, Kalimantan Tengah 1.387.185 surat suara (95,35 persen), Jawa Barat 28.856.881 surat suara ( 83,01 persen), Jawa Tengah 25.107.507 surat suara (61,99 persen), dan Maluku Utara 636.839 surat suara (52,99 persen). Sisanya, seperti Jawa Timur 29.157.578 surat suara, Nusa Tenggara Timur 2.716.570 surat suara, Sulawesi Tenggara 1.500.011 surat suara, dan Irian Jaya Barat 387.542 surat suara,status kiriman seluruhnya masih 0 persen. "Bukan berarti belum dikirimkan. Melihat status distribusinya semuanya sudah 100 persen artinya sudah selesai di percetakan dan sedang dalam perjalanan pengiriman. Satgas kami belum menerima laporan yang sudah sampai," kata Sofian. Sofian juga menyatakan, PT Pos bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kerusakan yang terjadi pada saat pengiriman. Agar resiko menjadi kecil, PT Pos melakukan pengepakan ulang terhadap paket surat suara lalu memasukkannya ke dalam kantung kiriman anti air. Tak cukup itu, truk pengangkut pun pintunya disegel dengan plombir (segel timah). Ketika segel ditemukan rusak, pemeriksaan terhadap isi kiriman diberlakukan ekstra teliti. Dan penerima kiriman, yakni KPUD, saat membuka harus dihadiri kepala Kantor POS setempat dan anggota KPUD. "Sampai saat ini pengiriman masih lancar semuanya," kata Sofian. Dalam kesempatan ituSofian juga membantah laporan rusaknya kiriman paket surat suara menuju Kendari, Sulawesi Tenggara, rusak akibat hujan. "Yang basah cuma kantung kirimannya saja dan tidak ada isi kiriman yang rusak," katanya. Pengiriman ke daerah konlik seperti Maluku Utara hingga Kamis ini dilaporkan aman. "Internal PT Pos sudah sangat mapan. Ini termasuk kiriman negara sehingga untuk pengirimannya kami berkoordinasi dengan Polda setempat," kata Sofian. Lainnya, seperti pengiriman ke NTT diakui mengalami hambatan pengawasan kiriman paket surat suara. Pengawasan jalannya pengiriman dilakukan melalui komunikasi via telepon seluler dengan supir truk angkutan, internet chating untuk seluruh satgas yang melaporkan posisi terakhir paket kiriman.Selain itu dengan mekanisme penyerahan kiriman melalui berita acara yang disaksikan oleh Kepala Kantor Pos setempat dan Anggota KPUD. "Di NTT kadang-kadang komunikasi terhambat misal untuk internet chating tidak bisa dilakukan karena tidak masuk jaringan," kata Sofian. Diakui Sofian, pengiriman surat suara pemilihan presiden relatif lebih mudah dibandingkan dengan surat suara Pemilu legislatif yang volumenya mencapai 13.358 ton. Pihaknya optimis surat suara akan sampai seluruhnya ke KPUD Provinsi dan Kab/Kota lebih cepat dari jadwal 25 Juni 2004, yakni pada H-3 tanggal tersebut.
(gtp/)











































