"Yang pertama di pemilu ada simpatisan. Bahwa Ibu Nunun bersimpati kepada Mbak Mega dan Pak Hasyim ya boleh-boleh saja, tetapi secara struktural resmi tidak," ujar politisi senior PDIP, Pramono Anung, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
Pram yang kala itu menjabat Wasekjen PDIP mengaku tak tahu apa-apa. Ia mengaku tak banyak tahu aktivitas Nunun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyangkut tudingan bahwa Nunun mengalirkan dana untuk pilpres ke pasangan Mega-Hasyim, Pram menepisnya. Mantan Sekjen PDIP ini menganggap tudingan ini berlebihan.
"Too much, berlebihan. Tahun 2004 kan Ibu mega sebagai presiden incumbent dan dana itu terbatas," tandasnya.
Nunun Nurbaeti disebut-sebut merupakan simpatisan PDIP. Bahkan dalam Pilpres 2004, Nunun mendukung penuh pencalonan Megawati-Hasyim Muzadi.
"Pada saat pilpres, Ibu Mega dan Pak Hasyim Muzadi itu full support untuk kedua calon," kata Arie Malangjudo.
Arie yang pernah bekerja di perusahaan Nunun, PT Wahana Esa Sejati, mengatakan hal itu saat bersaksi untuk terdakwa Agus Condro cs di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/5/2011).
(van/anw)











































