Setelah Bebas, Napi Terorisme Berniat Serang Target Barat

Riset Analis Australia:

Setelah Bebas, Napi Terorisme Berniat Serang Target Barat

- detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 10:07 WIB
Jakarta - Dr Carl Ungerer dari Australian Strategic Policy Institute melakukan riset yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dengan mewawancarai mendalam 33 terpidana terorisme di Indonesia. Hasilnya, dia memperingatkan tentang ancaman yang berkembang dari para terpidana yang akan segera bebas itu.

Dalam wawancara dalam program Lateline Australian Broadcasting Corporation (ABC), Rabu (18/5/2011), Ungerer juga menyebutkan, penjara dalam banyak kasus telah menjadi inkubator terorisme.

Ungerer menyebutkan, para terpidana terorisme itu akan bebas 18 bulan ke depan dan sekelompok dari mereka berniat untuk melakukan serangan pada target-target Barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa orang-orang yang kami wawancarai menganut pandangan ini. Salah satu dari mereka berkata kepada kami secara langsung bahwa jika dia dibebaskan dari penjara hari ini, dia akan mengebom Kedubes AS besok," ujarnya.

Mantan analis intelijen pemerintah Australia ini meneliti terorisme di Indonesia nyaris satu dekade. Namun riset terakhirnya yang dia juduli "Jihadists in Jail, Radicalisation and the Indonesian Prison Experience" ini membuatnya prihatin pada masa depan.

Menurutnya, para terpidana terorisme itu tidak lagi berkaitan dengan organisasi tertentu seperti Jamaah Islamiyah. "Kita sedang berhadapan dengan individu, beberapa menyebutnya serigala kesepian, beberapa memanggil mereka freelancer," ujarnya. Mereka bisa beroperasi dalam kelompok kecil, terdiri dari dua atau tiga orang, misalnya dalam pengeboman Hotel Marriott pada 2009. "Ini artinya ancaman belum akan pergi, malah bisa memburuk," ujarnya.


(nrl/vta)


Berita Terkait