"Kami sudah baca CVR-nya. Tapi ini tidak bisa dibuka di publik, penyelidikan masih berlangsung. Di kokpit memang tidak ada suara keributan," kata Ketua Sub Komite Penelitian Kecelakaan Tranportasi Udara KNKT, Masruri, saat dihubungi pada Kamis (19/5/2011).
Artinya tidak ada kepanikan di kokpit? "Kita tidak tahu panik atau tidak, karena tingkat ketegangan orang kan berbeda-beda. Kalau ditanya ada keributan atau tidak di sana, memang tidak didengar," terang Masruri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain VCR, KNKT juga memeriksa flight data recorder (FDR). Kedua item tersebut merupakan bagian dari black box alias kotak hitam pesawat. FDR awalnya dikabarkan akan dibawa ke China untuk dibaca lantaran KNKT tidak memiliki alat untuk membacanya. Namun KNKT hanya memerlukan software pembaca dan beberapa data dari China saja. Setelah perlengkapan lengkap, KNKT bisa membacanya sendiri.
"Kita analisis FDR sendiri setelah kita minta software dan data-data pendukung dari China. Minggu depan, kami akan menganalisa secara full team," ucap Masruri.
Pesawat berjenis MA60 milik Maskapai Merpati jatuh di Teluk Kaimana, Papua Barat, pada Sabtu (7/5/2011). Dalam insiden tersebut, seluruh orang yang ada dalam perut pesawat tewas, yakni 16 penumpang dewasa, 1 anak, 2 bayi dan 6 kru.
(vit/nrl)










































