Waliyem dan keduanya anaknya langsung 'menghilang' beberapa saat setelah terjadi penyergapan teroris di kampungnya pada Sabtu dinihari lalu. Penyergapan yang disertai kontak tembak di tengah jalan tersebut merenggut nyawa Nur Iman, pedagang angkringan, yang berjualan tak jauh dari lokasi penyergapan.
Saat itu Ketua RT setempat, Budiyana, mengatakan Waliyem dan kedua anaknya serta ibu kandungnya, Ny Karsiyem, dibawa oleh pihak kepolisian.
Waliyem sempat terlihat lagi ketika jenasah Nur Iman dimakamkan pada Sabtu malam di desa asalnya di Bolali, Wonosari, Klaten. Setelah itu Waliyem dan kedua anaknya, Rizky dan Ririn, kembali menghilang. Bahkan kerabatnya pun mengaku tidak mengetahui keberadaan mereka.
Namun hari ini, Rabu (18/5/2011) sore, Waliyem kembali muncul. Dia bersama dua anaknya dan ibu kandungnya, kembali pulang ke rumahnya diantar oleh perangkat desa setempat dan beberapa anggota kepolisian.
Tanpa bersedia menemui tamu dengan alasan kelelahan, Waliyem langsung masuk ke rumahnya dan menutup rapat pintu rumah. Dia juga menolak ditemui wartawan yang telah menunggunya.
Keterangan hanya bisa didapatkan dari Kepala Desa Sanggrahan, Adi Sucipto. Adi mengatakan Waliyem beserta keluarga pulang dalam keadaan sehat dan bugar. Namun demikian, Adi tidak bersedia memberikan jawaban terkait keberadaan Waliyem dan keluarganya selama menghilang.
(mbr/her)











































