Jenazah Sigit tiba di rumah duka di Jl Arjuna, Potrojayan, Serengan, Solo, pukul 21.00 WIB. Perjalanan mobil jenazah yang membawanya dari RS Bhayangkara Semarang dikawal oleh mobil patwal kepolisian.
Setibanya di rumah, jenasah Sigit di dalam peti jenazah warna putih langsung disambut dan diusung oleh petugas Linmas Kelurahan Serengan. Peti langsung dibawa masuk ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan teman-teman Sigit di Kelaskaran hanya bisa menunggu di depan mushola kampung yang terletak sekitar 20 meter dari rumah duka. Sesekali mereka meneriakkan takbir maupun seruan-seruan penyemangat berjihad.
Ketua RW setempat, SB Sukarno, dalam sambutan mewakili keluarga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelayat jika selama hidup Sigit Hermawan pernah melakukan kesalahan.
Setelah disolatkan di mushola kampung, sekitar pukul 21.30 WIB jenazah Sigit diberangkatkan ke TPU Pracimaloyo untuk dimakamkan. Sekitar dua ratus orang bersepeda motor mengiringi perjalanan jenazah menuju makam yang berjarak sekitar 5 km dari rumah duka.
Para pengiring terdiri dari para pemuda kampung setempat maupun para pemuda laskar. Sepanjang perjalanan, para anggota laskar tak henti-hentinya meneriakkan seruan-seruan takbir dan jihad. Saat berita ini ditulis, pemakaman Sigit telah usai.
Sementara itu jenazah Hendro Yunianto, hingga saat ini belum tiba di Solo. Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono, yang mengurus kepulangan jenasah Hendro, mengatakan hingga malam ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara Semarang.
(mbr/her)











































