Hal itu disampaikan Komandan Datasemen Polisi Militer Letkol Sain Mustain. Menurutnya, kesepuluh oknum tersebut tidak melakukan penyerangan ke Mapolsek Kampar, mereka hanya mendatangi untuk melakukan lobi terkait illegal logging.
"Tidak benar mereka melakukan penyerangan, mereka hanya mendatangi Mapolsek meminta bantuan penyelesaian illegal logging," kata Letkol Sain di Pekanbaru, Rabu (18/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, hari Senin (16/5) Mapolsek Kampar, Kabupaten Kampar, didatangi belasan orang berambut cepak. Menurut versi kepolisian, oknum tersebut menggebrak meja dan mengintimidasi petugas yang sedang piket. Saat itu hanya ada lima orang petugas yang sedang piket.
Mereka memaksa polisi membebaskan supir truk yang ditangkap kepolisian karena membawa kayu tanpa dilengkapi dokumen surat resmi. Oknum tersebut memaksa penjaga piket untuk menyerahkan kunci tahanan.
Setelah berhasil, oknum tersebut kemudian membawa lari supir truk. Dari sanalah kasus ini dikembangkan yang akhirnya diketahui pelakunya adalah oknum TNI. Hingga saat ini supir truk belum ditemukan.
(feb/gah)











































