"Belum ada pembicaraan sampai situ (penarikan pasukan). Intinya kita berterima kasih adanya ADMM ini karena sudah memberikan sedikit kongsi untuk penyelesaian masalah ke depan," kata Sekjen Kementerian Pertahanan, Marsekal Eris Harryanto.
Hal itu disampaikan usai menghadiri pertemuan ADMM di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (18/5/2011). Hadir dalam pertemuan tersebut Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menhan Thailand dan Menhan Kamboja Tea Banh.
Pertemuan yang dihadiri tiga negara tersebut, lanjut Eris, digunakan sebagai platform kerjasama pertahanan dan keamanan di negara Asia Tenggara. Platform tersebut untuk saling menyelesaikan permasalahan yang ada.
"Saya sampaikan di sini kedua belah pihak Thailand dan Kamboja telah membuka pintu kepada Indonesia untuk ikut berperan. Pembicaraan sudah mempunyai peningkatan yang signifikan. Peningkatan itu adalah membuka pintu terhadap Indonesia dalam peran sertanya," imbuhnya.
Eris menjelaskan dalam pembahasan belum membicarakan pengiriman tim observer dari pihak Indonesia. Soal hambatan dalam mendamaikan konflik dua negara tersebut, juga belum ditanyakan sehingga pihak Kemenhan belum mengetahui hambatannya.
Nantinya signal-signal dari hasil pertemuan itu akan disampaikan ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Begitu pula soal langkah selanjutnya yang akan dilakukan Pemerintah Indonesia. Eris mengatakan roadmap selanjutnya akan ditangani tim dari Kemenlu.
Menhan Kamboja Tea Banh menuturkan usai pertemuan, progress sudah membaik namun pihaknya tidak akan menarik pasukan dari perbatasan.
"Progress sudah baik tapi kita tidak akan menarik pasukan dari perbatasan karena pasukan Thailand masih menduduki daerah tersebut," kata Tea Banh dalam bahasa Inggris.
(feb/gah)











































