Soal Irak, Bush Didesak untuk Minta Maaf ke Rakyat AS
Kamis, 17 Jun 2004 17:12 WIB
Jakarta - Presiden AS George W Bush didesak untuk minta maaf kepada rakyat Amerika karena telah menyerang Irak. Demikian seruan yang disampaikan surat kabar terkemuka, The New York Times.Desakan ini dicetuskan setelah komisi investigasi serangan 11 September, atau dikenal sebagai panel 9/11, menemukan bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan Irak dengan al Qaeda. "Sekarang Presiden Bush harus meminta maaf kepada rakyat Amerika, yang didorong untuk mempercayai sesuatu yang berbeda," demikian seruan yang ditulis dalam editorial harian AS tersebut edisi Kamis (17/6/2004) ini."Mr. Bush membujuk warga Amerika untuk mendukung invasi ke Irak tahun lalu, ketidakjujuran yang paling jelas adalah upaya dia mengaitkan opsi perangnya dengan perjuangan melawan terorisme global," demikian The New York Times.Panel 9/11 yang menyelidiki tragedi 11 September 2001 di AS, menyatakan bahwa tidak ada "bukti kredibel" Irak telah membantu jaringan al Qaeda menyerang AS. Juga tidak ada tanda "hubungan kolaborasi" antara pemerintah Baghdad dan kelompok pimpinan Osama bin Laden itu.Kesimpulan komisi independen itu mendatangkan pukulan baru bagi justifikasi Bush untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein, yang juga dituduh memiliki senjata pemusnah massal, yang hingga kini belum juga ditemukan pasukan AS."Ini bukan hanya masalah berkurangnya kredibilitas presiden, meskipun ini memang cukup mengganggu," tulis koran AS tersebut. Menurutnya, Bush bertanggung jawab atas tindakan pemerintah AS sejak 11 September. "Itu termasuk, tak bisa dibantah lagi, menjual klaim palsu Irak-al Qaeda kepada rakyat Amerika."
(ita/)











































