Andi Arief: Prediksi Gempa 8,7 SR Agar Masyarakat Aware

Andi Arief: Prediksi Gempa 8,7 SR Agar Masyarakat Aware

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2011 17:47 WIB
Andi Arief: Prediksi Gempa 8,7 SR Agar Masyarakat Aware
Jakarta - Staf Khusus Presiden SBY, Andi Arief, mengatakan Jakarta memiliki potensi gempa 8,7 SR. Namun Andi menegaskan, prediksi itu berdasar hasil penelitian sehingga tidak ada maksud menakut-nakuti. Dia berharap masyarakat aware.

"Saya memberi peringatan pada publik, bahwa sebenarnya sudah berkali-kali (ada prediksi ilmiah yang disampaikan)," ujar Andi Arief di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

Andi menyampaikan dirinya tidak main-main kala memberi informasi ke publik. Dia mengaku telah berkomunikasi dengan banyak ahli gempa bumi sebelumnya. Ketika ada yang khawatir dengan informasi yang disampaikannya, Andi justru tidak khawatir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak khawatir dengan orang-orang yang panik. Saya bersyukur ada yang panik, karena dia masih aware sama nasibnya. Kalau nggak ada yang panik, saya justru heran. Kepanikan saya anggap positif, karena pelan-pelan edukasi bahwa kita harus mempercayai penelitian scientific," imbuhnya.

Dia menambahkan,setelah mendapat informasi tentang prediksi gempa bumi yang berpotensi terjadi di Jakarta, Gubernur DKI Fauzi Bowo mengeluarkan pernyataan. Andi pun menanggapi pernyataan Fauzi dengan bijaksana. Apalagi Fauzi mempercayai hasil revisi tim gempa, sudah mempersiapkan mikrozonasi, serta akan membangun infrastruktur-infrastruktur dan beberapa gedung tahan gempa.

"Saya melihat ada perkembangan bagus, Pak Fauzi Bowo rasional, ini bukan kampanye gubernur, tapi satu sikap yang bisa meniru minimal Gubernur Sumbar. Sumbar mempercayai itu sekarang pindah ibukota, Ibukota Padang, 15 kilometer menjauhi pantai. Di sana latihan terus, kemudian membangun shelter-shelter mini, kemudian segala upaya dilakukan di Kota Padang," terang Andi.

Dia gembira Gubernur DKI dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mempercayai pendekatan ilmiah. Hal ini merupakan awal yang bagus.

"Kita tertinggal jauh, yang namanya Jepang membangun pusat riset 1925, 1924 itu Tokyo diguncang gempa, meninggal 150 ribu orang. Sadar akan itu dia buat pusat riset 1925. Kita baru buat 2011. Kenapa purba yang kita cari, agar lebih memudahkan," tuturnya.

Andi Arief dalam sebuah diskusi di Warung Daun Cikini, Minggu (18/5) mengatakan Jakarta memiliki potensi gempa 8,7 SR. Pusat gempa ini berada di Selat Sunda.

"Jakarta menyimpan potensi, berpusat di Selat Sunda. Dahulu ada pelepasan energi yang sangat besar di sana, sehingga diprediksi akan ada gempa 8,7 skala richter di Jakarta. Saat ini kita sedang buat modellingnya," kata Andi Arief dalam diskusi tersebut.


(vit/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads