Sejarawan: Wiranto Harus Mundur Jika Buku Kivlan Benar
Kamis, 17 Jun 2004 16:55 WIB
Jakarta - Sejarawan UI Anhar Gonggong menilai, Jenderal (Purn) Wiranto harus mundur dari pertarungan pilpres jika apa yang ditulis oleh Mayjen (Purn) Kivlan Zen dalam bukunya yang berjudul "Konflik dan Integrasi TNI AD" adalah benar."Hal itu akan lebih baik karena jika nanti dia menjadi presiden, akan tersandung masalah ini lagi," kata Anhar dalam bedah buku buku Kivlan Zen itu di Aula Perpustakaan Nasional, Jl.Salembar Raya, Jakpus, Kamis (17/6/2004). Bedah buku itu menghadirkan Anhar, Kivlan dan Fadli Zon.Buku karya mantan Kepala Staf Kostrad itu setebal 178 halaman, oleh diterbitkan Institute for Policy Study yang dipimpin Fadli Zon. Isinyamenggambarkan adanya konflik internal TNI AD sejak 1945 hingga 2000.Buku bersampul warna merah hijau putih itu bergambara patung tentara.Menurut Anhar, apa yang ditulis dalam buku itu tidak ada hal-hal yang baru karean dia telah mempelajarinya sejak dulu. "Tapi saya sangat menghargai aas keberanian Kivlan mengungkapkamn hal ini karena menyangkut sejmlah nama jenderal yang masih hidup," katanya."Buku ini jangan dipandang ada upaya untk memecah belah bangsa dalam hal ini TNI. Justru buku ini adalah sumbangan yang baik bagi bangsa," sambungnya.Kivlan membantah terbitnya buku itu serta pernyataannya mengenai Wiranto merupakan upaya untuk menjegal salah seorang kandidat presiden. "Saya bukan orang partai dan saya hanya mengungkapkan kebenaran. Saya tidak punya kepentingan dengan pertarungan capres," tandasnya.Selain mengungkapkan pam swakarsa, Kivlan jga mengungkapkan soal upaya Wiranto yang memutarbalikan fakta pertemuan antara Letjen Prabowo Subianto dan Amien Rais di Hotel Regent pada 19 Mei 1998 sore.Wiranto, menurut Kivlan, saat itu melapor pada Presiden Soeharto bahwa pertemuan itu adalah untuk menjatuhkan rezim Orba. Padahal yang ada adalah Prabowo meminta pada Amien untuk membatalkan people power di Monas karena berbahaya. Akibatnya, Soeharto menuding Prabowo telah berkhianat sehingga dimusuhi keluarga Cendana.
(nrl/)











































