"Pemikiran saya waktu itu untuk pemilihan DGS," kata Emir saat bersaksi untuk Panda Nababan cs di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2011).
Politisi PDIP ini tidak tahu berapa lembar jumlah TC yang akan diberikan Dudhie. Namun Emir menduga jumlahnya sama dengan yang diterima rekan-rekannya.
Alasan lain penolakan, saat akan menyerahkan, Dudhie sempat menyebut amplop ini sebagai uang capai. "Rekan-rekan, ini ada pembagian amplop, upah capai deh dari yang kemarin-kemarin," ucap Dudhie saat itu seperti ditirukan Emir.
TC dalam amplop itu kemudian diserahkan Emir kepada Panda, yang saat itu menjabat sebagai sekretaris Fraksi PDIP.
"Pan (Panda), gue nggak mau terima ah duit kayak gini," ujar Emir saat itu kepada Panda.
"Emangnya duit Miranda," jawab Panda.
Selang beberapa hari kemudian, Panda kembali memberikan amplop berisi TC kepada Emir. Kali ini, amplop tersebut diterima oleh Emir karena Panda beralasan untuk kegiatan kampanye.
Hingga saat ini, sidang yang bakal memeriksa delapan saksi, masih berlangsung.
(mok/vit)











































