Muchdi PR terpilih dengan dukungan suara 22 DPC plus satu suara DPW. Dia menyisihkan rivalnya H Ridwan yang tidak mendapat dukungan suara, sementara 3 suara lainnya abstain. Muchdi namanya sempat melejit, ketika dikaitkan dengan pembunuhan aktivis HAM Munir.
Muchdi dalam jejak rekam karirnya, memang sempat eksis di Papua. Dia pernah menjabat sebagai Dandim Wamena dan Kasrem Korem 173/Biak. Sempat pula dia menjadi politisi Partai Gerindra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terpilihnya Muchdi sudah sesuai tata tertib dan AD/ART partai dan bakal dilantik dalam waktu dekat," kata Reba Dwiseno Pontoh.
Reba Dwiseno Pontoh juga mengaku sempat kaget dengan terpilihnya Muchdi PR. Meski begitu, Muchdi memang bukan orang baru di Papua.
"Muchdi bukanlah orang baru di Papua, karena yang bersangkutan pernah tinggal selama 10 tahun di Papua dalam berbagai jabatan militer," kata dia.
Sementara itu, dalam Musyawarah Wilayah selama satu hari di Wisma Asrama Haji Kotaraja, Kota Jayapura, terpilihnya Muchdi diharapkan bisa membawa angin segar bagi PPP, karena raihan suara PPP terus menurun setiap tahun.
Di Papua PPP memiliki basis antara lain di Kota/Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Biak, Nabire, Yapen, Waropen, Mimika dan Wamena. Tapi PPP mendapatkan kursi berkat suara dari Kabupaten Jayapura, Sarmi, Biak, Supiori, Intan Jaya, Deiyai, Lani Jaya dan Yapen. Di tingkat provinsi, tak satupun kursi didapat PPP. Untuk itu, pengurus yang baru dilantik diharapkan bisa mendongkrak dan mengembalikan citra PPP di Papua dengan merebut minimal 2,5 persen suara dari Papua.
(fay/fay)











































