"Langkah itu sebagai sesuatu yang baru dalam membangun integritas politik. Itu tradisi yang harus diterapkan partai lainnya," kata Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Adnan Topan, Rabu (18/5/2011).
Selama ini, lanjut Adnan, berbicara pemberantasan korupsi harus dimulai dari ranah politik. Jadi bila secara politik sudah ada niatan untuk berperang melawan pemberantasan korupsi semuanya akan lebih mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap, apa yang disampaikan Ketua DPP PD Kastorius Sinaga yang menjelaskan 2 opsi untuk Nazaruddin, yakni pemecatan atau pengunduran diri, bukan hanya politik panggung depan saja.
"Jadi panggung depan dan panggung belakang sama. Sikap politik benar-benar menjadi keputusan politik," dorong Adnan.
Ketua DPP PD Kastorius Sinaga dalam pernyataannya yang diterima detikcom, Selasa (17/5/2011), mengatakan, dua opsi telah disiapkan oleh Dewan Kehormatan (DK) PD atas arahan Ketua Dewan Pembina untuk Nazaruddin, yaitu opsi pemecatan dan opsi pengunduran diri. Tak ada opsi lain yang disiapkan kecuali salah satu dari kedua ini. Uniknya, jubir PD Ruhut Sitompul membantah apa yang disampaikan Kastorius ini.
Nazaruddin disebut-sebut terkait dugaan suap Wisma Atlet di Kemenpora. Mantan pengacara salah satu tersangka, Mindo Rosalina Manulang, yakni Kamarudin Simanjuntak, menyebut Nazaruddin adalah atasan Rosa dan terkait dalam kasus itu. Namun baik Rosa dan Nazaruddin membantah ada hubungan dan terkait kasus itu.
(ndr/nrl)











































