Hindari Distorsi Informasi Gempa dengan Tetap Kritis dan Selektif

Hindari Distorsi Informasi Gempa dengan Tetap Kritis dan Selektif

- detikNews
Rabu, 18 Mei 2011 11:28 WIB
Hindari Distorsi Informasi Gempa dengan Tetap Kritis dan Selektif
Jakarta - Informasi dini gempa bumi sebenarnya bisa membuat masyarakat waspada. Namun, selalu ada celah distorsi informasi seperti isu gempa 8 SR di Jakarta 3 hari terakhir. Bagaimana masyarakat bisa menghindari distorsi informasi ini?

"Masyarakat harus tetap kritis dan selektif dalam mengakses informasi," ujar pakar komunikasi Universitas Padjajaran (Unpad) Dedi Jamaludin Malik ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (18/5/2011).

Peran media, imbuhnya, dalam hal ini penting perannya untuk merespons bahwa informasi tersebut rumor. Media harus segera meluruskan dan memberi informasi lain bahwa informasi itu tidak benar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus segera dikonfrontir dan diberikan informasi bandingan, khawatir ada pihak-pihak yang tidak tahu atau buta (informasi). Konfirmasi pada pihak-pihak yang punya otoritas, menelusuri informasi itu dari mana datangnya," jelas dia.

Dalam hal gempa, imbuhnya, informasi dini dari Staf Khusus Presiden bidang Sosial dan Bencana Andi Arief tidaklah salah. Karena sebagai bagian pemerintah, wajib memperingatkan warganya akan datangnya bencana.

"Peringatan dini, saya kira ini merupakan tanggung jawab pemerintah terhadap rakyatnya. Nah yang harus dijaga apakah informasi itu sudah akurat atau belum. Kalau misalnya informasinya gegabah bisa dituntut karena bisa diduga meresahkan orang," jelasnya.

"Intinya informasi itu harus dipertanggungjawabkan. Tapi substansinya peringatan dini ini penting bagi kita terutama daerah-daerah yang potensi gempanya sangat tinggi," tuturnya.

Sebelumnya beredar informasi melalui Blackberry Mesenger (BBM) mengatakan: Info BMKG: diperkirakan malam ini akan terjadi gempa berkekuatan 8,7 skala richter di Jakarta dan sekitarnya. Hindari daerah yang berdekatan dengan pantai, apabila terjadi guncangan yang cukup kuat nanti malam, segera keluar rumah, hindari gedung-gedung bertingkat dan segera lari ke daerah datar (lapangan, jalanan) untuk menghindari kemungkinan terkena reruntuhan bangunan. Mari selamatkan teman-teman, saudara dan keluarga kita.

Info di BBM itu menyertakan link-link dari situs-situs berita.

Sebelumnya, pada Minggu (15/5/2011) lalu, Stafsus Presiden bidang Sosial dan Bencana Andi Arief memaparkan prediksi wilayah yang bakal terjadi gempa di atas 8 SR. Informasi mengenai gempa itu hanya prediksi, tidak menyebutkan kapan akan terjadi karena ilmu gempa belum bisa memprediksi kapan tepatnya bencana datang.

"Yang diteliti oleh kita baru 3 tempat. Patahan Sumatera, kedua Lembang, ketiga Selat Sunda. Itu baru gempa besar, di atas 8 SR. Yang lain belum diteliti, jumlahnya ribuan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana, Andi Arief dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2011).

Untuk kawasan Selat Sunda, gempa diramal akan terasa hingga Jakarta. Magnitude-nya mencapai 8,7 SR dan membuat pemerintah setempat perlu mengantisipasi. Sebab, gempa ini bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak bisa ditentukan

"Jakarta menyimpan potensi,berpusat di Selat Sunda. Dahulu ada pelepasan energi yang sangat besar disana, sehingga ada gempa besat 8,7 SR di Jakarta. Saat ini sedang kita buat modellingnya," tambah Andi Arief.

(nwk/asy)


Berita Terkait