Para korban yang hanyut itu masih terhitung keluarga yang berasal dari Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Dua orang dewasa, masing-masing Abdon Nugroho Silaban dan istrinya Nova Siringo-ringo, keduanya diketahui baru menikah. Sementara dua lainnya, merupakan keponakan keduanya, yakni Tito Sitinjak yang berusia 10 tahun dan adiknya Randa Sitinjak yang berusia 6 tahun.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, para saat kejadian para korban sedang mandi-mandi menikmati liburan Waisak di Sungai Bingei. Tiba-tiba dari kawasan hulu sungai terlihat air tinggi sekitar dua meter. Air berwarna kecoklatan itu juga membawa serta batang-batang kayu. Sejumlah orang yang sedang mandi-mandi di sungai tersebut langsung berlarian begitu melihat air datang, namun naas para korban tak sempat menyelamatkan diri. Mereka tergulung air bah tersebut sekitar pukul 15.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain arus air masih deras, cuaca juga sudah gelap," kata Kapolsek Sei Bingei AKP M Sihombing kepada wartawan di lokasi kejadian.
Selain di Sungai Bingei, air bah juga melanda kawasan wisata pemandian sungai di Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Sejauh ini belum ada laporan adanya korban yang hanyut akibat kejadian ini. Sementara ketinggian air meningkat higga dua meter setelah air bah melanda.
(rul/anw)











































