Demikian State Secretary Kemlu Latvia Andris Teikmanis dalam seminar bertema ASEAN, EU and Open Regionalism: Its Relevance for Indonesia–Latvia Relations di University of Latvia, seperti disampaikan Minister Counsellor Politik KBRI Stockholm Endang Wirawan kepada detikcom, Selasa (17/5/2011).
Ini merupakan seminar ketiga yang digelar KBRI Stockholm di University of Latvia, sejak pembukaan hubungan diplomatik Latvia-Indonesia pada 1990.
Menurut Teikmanis, seminar ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hubungan, terutama pemahaman publik dan mahasiswa Latvia mengenai Indonesia yang merupakan pemain penting di kawasan.
"Diharapkan inisiatif ini akan semakin mendorong people-to-people contact antara dua negara yang secara geografis sangat berjauhan," jelas Teikmanis.
Dikatakan, bahwa Kemlu Latvia saat ini mendukung penuh pembukaan program Indonesian Studies di University of Latvia, yang direncanakan dibuka tahun 2011 ini.
Dari sisi hubungan antar-pemerintah, Latvia juga merupakan salah satu dari tiga negara yang telah meratifikasi Partnership & Cooperation Agreement (PCA) Indonesia dengan Uni Eropa (UE).
"Hal tersebut menunjukkan keseriusan upaya Latvia untuk meningkatkan hubungannya dengan Indonesia," tandas Teikmanis.
Sementara itu KUAI Elmar Lubis mengatakan bahwa seminar ini merupakan suatu langkah yang walaupun kecil, namun sangat penting dalam rangka memajukan dan meningkatkan pemahaman antara Indonesia dan Latvia.
Lebih jauh lagi, kegiatan semacam ini dapat pula memberikan kontribusi penting dalam mendorong dan mendukung kerjasama antara kedua negara di masa depan, baik dalam kerangka bilateral maupun dalam konteks kerjasama regional antara ASEAN dan UE.
"Tema yang dipilih juga merupakan cerminan akan kenyataan berkembangnya open society dan open regionalism dalam tatanan hubungan internasional," pungkas Elmar.
(es/es)











































